
SURABAYA — Rasa persaudaraan dan kemanusiaan tidak mengenal batas. Semangat inilah yang mewarnai asrama mahasiswa Universitas PGRI Adi Buana (UAB) Surabaya pada Selasa (18/8). Menyikapi duka pasca-gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus lalu, UAB membuktikan diri sebagai "rumah kedua" yang tanggap dan aman bagi para perantaunya.
Menindaklanjuti ajakan penggalangan dana kemanusiaan peduli gempa bumi NTT yang diumumkan pada saat Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-81 sehari sebelumnya (Senin, 17 Agustus 2026), sivitas akademika UAB menunjukkan kepedulian nyata dengan berkolaborasi bersama para peserta dan partisipan dari ajang turnamen sepak bola Soekarno Cup. Bersama-sama, mereka menyalurkan bantuan dan dukungan psikososial kepada 40 mahasiswa asal NTT yang menghuni asrama kampus tersebut.
Momen sarat makna ini diinisiasi dan dihadiri langsung oleh Dr. Ir. Daniel Rohi, S.T., M.Eng., Sc., IPU., sosok inspiratif yang juga merupakan CEO De Red FC (Tim Peserta Soekarno Cup) sekaligus Dosen Program Studi Teknik Elektro di UAB. Kehadiran beliau menegaskan komitmen nyata dari para pendidik di UAB yang tak sekadar fokus mencetak lulusan unggul di ruang kelas, tetapi juga turun langsung menjadi teladan dalam aksi sosial.
Turut mendampingi penyerahan bantuan, Direktur Direktorat Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan (Ditmawa) UAB, Dr. Moch. Shofwan, S.Pd., M.Sc., menyambut sangat positif inisiatif dan sinergi lintas sektor ini.
"Rasa persaudaraan itu lintas batas. Hari ini, bersama para peserta dan tokoh olahraga dari ajang Soekarno Cup, kami berkumpul di kampus kebanggaan, UAB, untuk ikut merasakan duka mendalam atas musibah gempa bumi yang menimpa saudara-saudara kita di Flores dan sekitarnya," ujar Dr. Shofwan.
Ia juga menekankan bahwa kesejahteraan mahasiswa adalah prioritas institusi. "Tercatat ada 40 mahasiswa asal NTT yang tinggal di asrama kampus kami. Melalui kegiatan ini, kami mengajak mereka berdoa bersama, sekaligus memastikan bahwa pihak kampus akan selalu hadir memberikan dukungan penuh. UAB adalah keluarga bagi mereka," tambahnya.
Acara ini semakin terasa istimewa dengan kehadiran Yusuf Eko Dono, legenda hidup Persebaya dan Timnas Indonesia. Tokoh olahraga yang kini aktif sebagai panitia, pemantau bakat (scout), dan juru bicara ajang Soekarno Cup U-17 2026 tersebut menyempatkan waktu untuk memotivasi langsung para mahasiswa, memberikan suntikan semangat agar mereka tetap fokus menatap masa depan.
Seperti yang terekam dalam file dokumentasi image_d4d7e2.jpg, suasana guyub, hangat, dan kekeluargaan terpancar jelas di lobi asrama UAB. Tumpukan logistik seperti beras, mie instan, dan air mineral yang disalurkan, menjadi simbol nyata kepedulian yang diwujudkan melalui aksi kolaboratif ini.
Lebih dari sekadar bantuan materiil, kegiatan ini memancarkan pesan kuat tentang inklusivitas kampus. Langkah kolaboratif yang difasilitasi di lingkungan Universitas Adi Buana ini kembali membuktikan reputasi UAB sebagai miniatur "Bhinneka Tunggal Ika"—kampus yang ramah, suportif, dan mengayomi mahasiswa dari seluruh pelosok Nusantara.
Melalui kepedulian dari jajaran pimpinan (Direktorat Kemahasiswaan), keaktifan dosen, serta fasilitas asrama yang memadai, Universitas Adi Buana Surabaya terus mengukuhkan posisinya sebagai institusi pendidikan yang humanis, tanggap krisis, dan senantiasa menjadi kampus kebanggaan masyarakat Indonesia.