Berita Kampus

June 08, 2026

SURABAYA – Dunia industri saat ini terus berkembang dengan pesat, membawa tuntutan kualifikasi sumber daya manusia (SDM) yang semakin tinggi dan spesifik. Menjawab tantangan tersebut, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Jawa Timur mengambil langkah proaktif dengan menggelar audiensi kerja sama strategis bersama UAB. Pertemuan yang berlangsung di Graha KADIN Jatim pada Senin (8/6/2026) ini secara khusus membahas integrasi kurikulum lapangan di bidang farmasi guna menjembatani dunia pendidikan tinggi dengan kebutuhan riil industri.

Audiensi ini dihadiri oleh jajaran pimpinan KADIN Jatim, Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Kesehatan, WKU Bidang UMKM, serta delegasi akademik dari UAB. Pertemuan berfokus pada tiga pilar utama yang akan menjadi landasan kerja sama ke depan.

Pertama, Penyelarasan Kurikulum. Kedua institusi sepakat untuk menyusun dan mengevaluasi kurikulum akademik secara bersama-sama agar kompetensi yang diajarkan di bangku kuliah benar-benar selaras dengan kebutuhan dan standar mutu dunia kerja saat ini. Kedua, Perluasan Kemitraan Praktik Kerja Lapangan (PKL), yang bertujuan memfasilitasi kebutuhan mitra industri farmasi agar dapat menyerap mahasiswa magang secara optimal, memberikan mereka eksposur langsung pada ekosistem kerja profesional. Ketiga, pembukaan Peluang Baru bagi Lulusan S1. Sinergi ini dirancang untuk mengoptimalkan jalur karier yang potensial bagi lulusan farmasi, seperti posisi Penata Jasa Terampil (PJT) dan penyelenggaraan pelatihan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha (KBL) sebagai alternatif kompetensi kerja yang bernilai tinggi.

Ketua Umum KADIN Jatim, Adik Dwi Putranto, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi inovatif ini. Menurutnya, konektivitas yang kuat antara kampus dan pelaku industri adalah kunci kemajuan ekonomi dan kesehatan di Jawa Timur.

"KADIN Jatim terus bergerak aktif menjadi jembatan penghubung yang kokoh antara dunia pendidikan tinggi dan sektor industri. Kami sangat menyambut positif langkah UAB yang memiliki visi jauh ke depan untuk memastikan mahasiswanya tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap secara kompetensi teknis. Melalui sinkronisasi kurikulum dan perluasan akses magang ini, kita bersama-sama sedang berinvestasi pada SDM kesehatan yang tangguh, inovatif, dan mampu mengatasi tantangan produktivitas di sektor industri farmasi lokal," tegas Adik Dwi Putranto.

Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) UAB, Dr. dr. Hayati, M.Kes., memandang audiensi ini sebagai lompatan besar bagi peningkatan kualitas mutu lulusan FIKes, khususnya dari program studi farmasi.

"Sinergi dengan KADIN Jatim ini adalah wujud nyata dari komitmen UAB untuk mencetak tenaga kesehatan profesional yang berdaya saing global namun tetap berpijak pada kebutuhan industri lokal. Dengan adanya penyelarasan kurikulum serta terbukanya peluang sertifikasi seperti Penata Jasa Terampil (PJT), lulusan farmasi UAB akan memiliki nilai tambah yang sangat signifikan. Kami optimis, kolaborasi ini akan memastikan setiap mahasiswa kami lulus dengan bekal keahlian yang relevan dan langsung terserap dengan baik di pasar kerja," papar Dr. dr. Hayati.

Melalui sinergi yang terstruktur dan berkelanjutan ini, UAB dan KADIN Jatim membuktikan komitmennya dalam mempersiapkan tenaga kerja sektor kesehatan yang tidak hanya terampil, namun juga siap berkontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan industri di Indonesia. Transformasi ini sekaligus mengukuhkan posisi UAB sebagai kampus pencetak generasi unggul yang responsif terhadap dinamika zaman.


Berita Terbaru
Kategori Berita
Kemitraan Internasional
Monash University Universiti Teknologi Mara Hutech University of Technology International Cultural Communication Center Malaysia Maejo University Thepsatri Rajabhat University USSH Saint Louis University Institut Pendidikan Guru
Copyright © 2025 by Universitas PGRI Adi Buana Surabaya