-min.png)
Surabaya, UAB - Pengelolaan keuangan yang efektif adalah kunci keberhasilan, tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi perusahaan. Bagi perusahaan properti, yang merupakan salah satu sektor pendorong ekonomi di Indonesia, mengelola kas dengan tepat menjadi hal yang sangat krusial. Sebuah penelitian terbaru dari Universitas PGRI Adi Buana Surabaya (UAB) mengupas tuntas faktor-faktor apa saja yang memengaruhi tingkat kas yang dipegang perusahaan, atau yang dikenal sebagai cash holding.
Penelitian ini menganalisis 20 perusahaan properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2015-2019. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi variabel-variabel yang signifikan memengaruhi tingkat cash holding perusahaan. Dengan memahami faktor-faktor ini, perusahaan dapat merancang strategi yang lebih baik untuk menjaga likuiditas dan kinerja keuangan mereka.
Hasil penelitian ini menyoroti beberapa faktor penting yang bisa menjadi acuan bagi perusahaan dalam mengelola kas mereka.
Modal Kerja Bersih (Net Working Capital): Penelitian menemukan bahwa modal kerja bersih memiliki dampak signifikan pada cash holding. Modal kerja bersih adalah total aset lancar dikurangi total utang lancar. Ini menunjukkan bahwa pengelolaan modal kerja yang efisien sangat penting untuk menjaga ketersediaan kas.
Peluang Tumbuh (Growth Opportunity): Peluang tumbuh perusahaan juga terbukti memiliki dampak signifikan pada tingkat kas yang dipegang. Perusahaan yang memiliki potensi pertumbuhan di masa depan cenderung lebih hati-hati dalam mengelola kasnya untuk mendanai ekspansi atau investasi.
Leverage: Tingkat penggunaan utang oleh perusahaan (leverage) juga ditemukan berpengaruh signifikan pada cash holding. Pengelolaan utang yang baik akan memengaruhi berapa banyak kas yang harus disisihkan untuk membayar kewajiban, sehingga berdampak langsung pada jumlah kas yang tersedia.
Ukuran Dewan (Board Size): Ukuran dewan direksi dan komisaris juga memiliki dampak signifikan terhadap cash holding. Hal ini menunjukkan bahwa komposisi dan ukuran tim manajemen senior memegang peranan penting dalam pengambilan keputusan strategis terkait kas perusahaan.
Selain faktor-faktor di atas, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa variabel yang secara parsial tidak memiliki dampak signifikan terhadap cash holding perusahaan properti selama periode studi:
Meskipun secara parsial faktor-faktor ini tidak signifikan, penelitian menegaskan bahwa secara simultan atau bersama-sama, ketujuh faktor yang diteliti (termasuk yang signifikan dan tidak signifikan secara parsial) memiliki dampak signifikan pada cash holding. Ini artinya, semua elemen tersebut harus dipertimbangkan secara terintegrasi dalam strategi keuangan perusahaan.
Berdasarkan temuan ini, perusahaan properti—dan bisnis lainnya—dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk mengoptimalkan pengelolaan kas mereka. Fokus pada modal kerja bersih, peluang tumbuh, leverage, dan ukuran dewan bisa menjadi prioritas utama untuk memastikan perusahaan memiliki likuiditas yang baik dan mampu mengatasi masalah keuangan tak terduga.
Hasil penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi para praktisi bisnis dan akademisi mengenai determinan cash holding. Riset ini juga membuka jalan bagi studi lebih lanjut dengan memasukkan variabel lain seperti pengeluaran modal, profitabilitas, tata kelola perusahaan, dan pembayaran dividen.
Penelitian yang dilakukan oleh Siti Masrifah, R. Bambang Dwi Wiryanto, dan Fauziyah dari Universitas PGRI Adi Buana Surabaya ini telah diterbitkan di Journal of Sustainability Business Research.
Bagaimana menurut Anda? Apakah perusahaan Anda sudah menerapkan strategi pengelolaan kas yang tepat?