Rubik UAB

October 15, 2025

Surabaya, UAB - Ingin punya stok tauge segar melimpah tanpa repot? Para peneliti dari Universitas PGRI Adi Buana (UAB) Surabaya punya solusinya!

Mereka telah mengembangkan alat otomatis untuk mengontrol kelembaban tanah dan kadar pH air, yang merupakan dua faktor kunci untuk keberhasilan budidaya tauge. Dengan alat ini, Anda tidak perlu lagi menyiram tauge secara manual setiap hari. Alat ini sangat cocok untuk Anda yang suka menanam tauge di dalam ruangan atau di taman kecil di depan teras rumah dan di tempat tertutup lainnya.

Bagaimana Alat Ajaib Ini Bekerja?

Alat ini dirancang untuk mempermudah pekerjaan manual, menjadikannya otomatis dan efisien. Berikut adalah komponen-komponen utamanya:

  • Arduino Uno: Berfungsi sebagai "otak" atau pengontrol utama sistem.

  • Sensor Kelembaban Tanah: Mendeteksi seberapa basah atau kering media tanam. Sensor ini akan mengirim perintah ke Arduino Uno untuk menyalakan relai sehingga pompa air dapat menyiram secara otomatis.

  • Sensor pH Air: Mengukur tingkat keasaman atau kebasaan air.

  • Pompa Air 12V: Bertugas menyiram tanaman secara otomatis.

  • Relay 5V: Berfungsi sebagai sakelar elektromagnetik yang dikendalikan oleh Arduino untuk menghidupkan dan mematikan pompa air.

  • Layar LCD: Menampilkan nilai kelembaban tanah dan pH air secara real-time.

     

Panduan Singkat Budidaya Tauge Otomatis (Metode Analisis Data)

  1. Tahap Perencanaan: Merancang skema alat dan memilih komponen yang tepat. Pada tahap ini, berbagai sensor akan dipilih dan diuji untuk memastikan kompatibilitas dan akurasi.

  2. Tahap Pembuatan: Merakit komponen dan mengintegrasikan sensor dengan mikrokontroler. Prototipe alat akan dibuat dan diuji untuk memastikan semua komponen berfungsi dengan baik.

  3. Tahap Pengujian: Menguji alat pada budidaya tauge di bawah kondisi terkontrol. Pada tahap ini, alat akan dioperasikan di lingkungan budidaya tauge yang sebenarnya untuk mengumpulkan data kelembaban dan pH air.

  4. Tahap Evaluasi: Menganalisis data hasil uji untuk menentukan efektivitas alat dalam menjaga kelembaban dan pH yang optimal.

Dengan menggunakan alat ini, penyiraman akan dimulai ketika kelembaban tanaman kacang hijau (mung bean) mencapai 67% dan nilai pH air +9. Berdasarkan hasil penelitian, alat ini terbukti dapat berfungsi dengan baik dan dapat dikembangkan sesuai harapan.

Manfaat Alat Otomatis Ini untuk Anda

  • Efisiensi Waktu dan Tenaga: Dengan alat ini, manusia tidak perlu lagi menyiram tauge secara manual setiap hari.

  • Pertumbuhan Optimal: Alat ini memastikan kelembaban tanah yang tepat bagi tanaman untuk mencegah kekurangan atau kelebihan air, yang dapat memengaruhi kesehatan tanaman.

  • Kontrol Presisi: Anda bisa memantau kondisi lembab atau kering tanah sesuai pembacaan sensor kelembaban dan pH air yang ditampilkan di LCD.

Penelitian ini membuka jalan bagi inovasi lain, seperti penggunaan alat ini untuk tanaman lain. Alat ini juga dapat dikembangkan untuk menambahkan sensor suhu sebagai kontrol suhu udara yang baik.


Berita Terbaru
Kategori Berita
Kemitraan Internasional
Monash University Universiti Teknologi Mara Hutech University of Technology International Cultural Communication Center Malaysia Maejo University Thepsatri Rajabhat University USSH Saint Louis University Institut Pendidikan Guru
Copyright © 2025 by Universitas PGRI Adi Buana Surabaya