Berita Kampus

June 17, 2025

Surabaya (Berita Kampus) – Kursus Mahir Dasar, biasanya disingkat KMD merupakan pembekalan calon pembina Pramuka dengan pemahaman tentang prinsip dasar, metode kepramukaan, dan cara membina anggota Pramuka di berbagai tingkatan (Siaga, Penggalang, Penegak, Pandega). Tentunya Ijazah KMD berdiri sendiri yang nanti akan bisa dipakai sebagai Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Setiap lulusan perguruan tinggi memang diharuskan memiliki banyak SKPI. SKPI memberikan deskripsi capaian pembelajaran dan kualifikasi lulusan secara lebih rinci, termasuk pengalaman non-akademik, kegiatan ekstrakurikuler, dan pengembangan diri. Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar merupakan suatu kegiatan pendidikan dan pelatihan yang bertujuan untuk mempersiapkan calon pembina Pramuka  dengan memberikan materi-materi Dasar Kepramukaan.

“Materi pokok tetap tentang Kepramukaan tetapi diadaptasikan dengan kekinian. Pembelajaran menggunakan pendekatan andragogi atau pembelajaran untuk orang dewasa,” terang Dr. Suhari, SH., M.Si selaku Pelatih Pembina Pramuka.

Kak Suhari juga menambahkan bahwa materi KMD disajikan dengan pendekatan andragogi, berfokus pada pembelajaran diri interaktif progresif dengan melibatkan peserta secara langsung dalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode, diantaranya bisa dinamika kelompok, studi kasus, curah gagasan hingga Rencana Tindak Lanjut (Action Plan).

“Kegiatan Pendidikan Kepramukaan selalu diawali dan diakhiri dengan Upacara Pembukaan dan Upacara Penutupan. Upacara ini bertujuan untuk menanamkan dan mengembangkan rasa cinta tanah air, jiwa persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara, jiwa Pancasila, kedisiplinan dan kepedulian sosial. Oleh karena itu di dalam penyelenggaraan Kursus pun diawali dengan Upacara Pembukaan dan diakhiri dengan Upacara Penutupan,” imbuh Kak Suhari.

Dasar pemikiran kursus KMD, bahwa Pembina Pramuka sebagai orang dewasa. Peserta Kursus diasumsikan mempunyai banyak pengalaman, serta memiliki konsep diri yang dipercaya dan diyakini kebenarannya, sehingga tidak mudah dipengaruhi orang lain. Oleh karena itu metode pembelajaran harus dikemas sedemikian rupa agar memenuhi prinsip-prinsip komunikasi yang baik sehingga orang dewasa harus mampu memperhatikan (awareness), tertarik (interest), mencoba (trial), menilai kecocokannya (evaluation), dan menganggap bahwa apa yang disajikan dalam kursus tersebut menjadi bagian dari diri dan kepentingannya (adoption).

“Para peserta KMD ini merupakan mahasiswa Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, pembekalan ini merupakan upaya melatih para calon guru ini, agar memiliki kemampuan mengalihkan proses pembelajaran yang awalnya berpusat pada pendidik menjadi proses pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik (ask the boys-students centered). Dengan demikian pendidik berperan sebagai fasilitator bukan dominator. Itu pesan penting sebagai Pembina Pramuka,” tutup Kak Suhari.(*)


Berita Terbaru
Kategori Berita
Kemitraan Internasional
Monash University Universiti Teknologi Mara Hutech University of Technology International Cultural Communication Center Malaysia Maejo University Thepsatri Rajabhat University USSH Saint Louis University Institut Pendidikan Guru
Copyright © 2025 by Universitas PGRI Adi Buana Surabaya