
Surabaya (Berita Kampus) – Melaksanakan qurban hanyalah sebagian kecil dari bentuk ketaatan manusia kepada Allah SWT. Selebihnya, bentuk pembelajaran menahan hawa nafsu dan memperkuat penghambaan diri kepada-Nya. Makna Ikhlas untuk membagikan hewan qurban bagi sesama, merupakan keteladanan yang diwariskan oleh Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS, qurban bukan hanya sekedar menyembelih hewan, namun merupakan jalan menuju ketakwaan. Keihlasan, kesabaran, keinginan untuk berbagi ditunjukkan oleh sivitas akademika Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, dalam rangkaian penyembelihan hewan qurban, pagi ini (8/6).
“Mari kita laksanakan aktivitas penyembelihan hewan qurban ini, secara istikomah. Tentu harapannya merupakan semangat berkurban, keikhlasan, semangatnya solidaritas, semangatnya kebersamaan, semangatnya berbagi untuk sesama. Barangkali dengan cara itu kita bisa memajukan Adi Buana, dan insan yang ada di Adi Buana ini untuk tetap bersatu,” terang Drs. H. Sutijono, MM selaku Ketua Badan Penyelenggara.
Ketua Badan Penyelenggara, menambahkan bahwa kita semua harus semangat dengan Ridho Allah SWT untuk selalu beribadah. Melaksanakan tugas dengan benar juga ibadah, belajar juga ibadah dan semua niatan kita untuk membangun Adi Buana harus dilandasi dengan ibadah. Puncaknya adalah keselamatan manusia di dunia hingga akherat, karena landasannya adalah ibadah. Makna Idul Qurban tahun ini benar-benar ditanamkan secara mendalam melalui wejangan Bapak Sutijono kepada seluruh panitia dan sivitas akademika yang hadir di depan Asrama Putri, lokasi penyembelihan hewan qurban.

Distribusikan 19 Hewan Qurban
Secara keseluruhan terdapat 19 hewan qurban yang dibagikan. 3 ekor sapi dan 16 kambing. Distribusi untuk kampus Kalikatir, PSDKU Lamongan, PSDKU Blitar, Wilayah Kampus Ngagel dan Kelurahan Dukuh Menanggal masing-masing berupa 1 ekor kambing. Ketua panita Dr. Moch. Shofwan, M.Sc menceritakan hewan qurban sapi dari PPLP dan rektorat diatasnamakan dosen dan tenaga kependidikan sejumlah 14 orang.
“Di luar sapi yang dari PPLP dan rektorat, pagi ini juga disetorkan pada panitia berupa seekor sapi dari mahasiswa FEB yang nanti akan didistribusikan tersendiri oleh adik-adik mahasiswa. Kambing 2 ekor kami peroleh dari sponsor bank BSI. Kemudian Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Keguruan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Asrama putri, masing-masing 1 ekor. Hewan qurban yang dari nama pribadi ada dari Hj. Amidar Nurma Winarti, Rizky Wilian Caesar dan Hafizah Rizkia Sholiha binti Akhmad Solikin,” terang Pak Shofwan.
Ikhlas Mengharapkan Kebaikan Bagi Kejayaan Adi Buana
Makna yang sama disampaikan rektor Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, bahwa keikhlasan dalam semua aktivitas ibadah hari ini, semata-mata mengharapkan rida dari Allah untuk kebaikan kampus Semangat PAGI. Semua sivitas akademika, dosen, tendik dan mahasiswa selalu diberikan kesehatan dan kesuksesan. Universitas ini akan selalu tetap jaya karena usaha dan doa yang ikhlas dari semuanya.
“Sukses bagi kita semua adalah pelaksanaan PMB 2025/2026 sesuai dengan yang kita harapkan. Kesemuanya itu adalah dilandasi keikhlasan kita semua dalam upaya melanjutkan kejayaan universitas tercinta ini. Terima kasih pada semua yang sudah bersama-sama membangun kampus ini, terutama pada hari ini dalam rangka idul qurban kita maknai sebagai kebersamaan dan kepedulian,” ungkap Dr. Untung Lasiyono, SE., M.Si.
Qurban sejatinya melatih kita agar tidak terikat pada dunia, tidak kikir, dan tidak egois. Kita diajarkan untuk berbagi dan peduli terhadap sesama. Berkurban tidak hanya hanya membagikan daging, namun lebih pada perubahan hati untuk meyakini bahwa peduli sesama itu merupakan upaya untuk mendekatkan diri pada sang Pencipta. Sesuai juga dengan slogan PAGI milik Universitas ini, bahwa Peduli serta Amanah merupakan tindakan yang tidak terlepas dari bentuk kehambaan kita kepada Allah SWT. (*)