Berita Kampus

March 10, 2025

Surabaya (Berita Kampus) – Rapat Senat Akademik Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, pada Senin (10/3) memberikan penilaian persepsional kepada lima calon rektor periode 2025-2030. Dipimpin langsung oleh ketua Senat, rapat ini dihadiri 23 senator, panitia ad hoc dan pengawas serta para calon rektor. Ketua Senat, Prof. Dr. Ir. Pungky Slamet Wisnu Kusuma, M.Si membuka rapat tepat pukul 13.00 WIB dengan terlebih dahulu membacakan aturan, sebelum penyampaian visi-misi oleh para calon. Menariknya pemaparan visi-misi dan strategi oleh para calon rektor, dilakukan secara demokratis dengan memberikan kesempatan untuk mengambil undian, untuk menata urutan pemaparan. Teknis pelaksanaan pemberian penilaian persepsional calon rektor, diberikan setelah calon rektor memaparkan seluruh program kerja, visi, misi, strategi dalam kurun waktu 20 menit.

Tahap pertimbangan Senat Akademik merupakan tahap ketiga dari rangkaian fit and proper test yang merupakan instrumen penting dalam proses demokrasi pemilihan rektor Universitas Adi Buana. Hasil akhir dari tahapan ini juga akan diperoleh nilai total persepsional diri dari para calon rektor, yang nanti akan dibawa berita acaranya menuju tahap keempat, yaitu penilaian dari PPLP PT PGRI Surabaya.

Paparan calon pertama, Prof. Dr. Hartono, M.Si memaparkan visi dan misinya dengan dilengkapi program, strategi dan capaian. Terdapat 6 misi yang beliau paparkan secara detail. Pertama, Mewujudkan SDM Unggul Berkarakter PAGI. Kedua, Menyelenggarakan dan mengembangkan  pendidikan yang unggul berkarakter PAGI. Ketiga, Meningkatkan rekognisi keilmuan berbasis penelitian yang unggul berkarakter PAGI. Keempat, Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mendesiminasikan hasil penelitian melalui pengabdian kepada masyarakat yang berkarakter PAGI. Kelima, Mewujudkan tata kelola universitas yang baik berkarakter PAGI. Keenam, Mewujudkan kemandirian universitas dengan memanfaatkan sumber daya internal dan kemitraan strategis yang berkarakter PAGI.

Paparan calon kedua, Dr. Dra. Sukarjati, M.Kes menekankan bahwa siapapun calon rektor terpilih, maka akan berkomitmen menjalankan visi dan misi yang sudah ada pada statuta. Beliau juga menyampaikan 6 misi dalam paparannya. Point pertama, yaitu mewujudkan sumber daya manusia yang unggul berkarakter PAGI. Kedua, Menyelenggarakan dan mengembangkan Pendidikan yang unggul berkarakter PAGI. Ketiga, Meningkatkan rekognisi keilmuwan berbasis penelitian yang unggul berkarakter PAGI. Keempat, Meningkatkan kesejahteraan Masyarakat dengan mendesiminasikan hasil penelitian melalui pengabdian kepada Masyarakat yang berkarakter PAGI. Kelima, Mewujudkan tata kelola universitas yang baik berkarakter PAGI. Keenam, Mewujudkan kemandirian universitas dengan memanfaatkan sumber daya internal dan kemitraan strategis yang berkarakter PAGI. Beliau juga menambahkan kriteria mutu perguruan tinggi, meliputi; Budaya mutu, Relevansi Tridharma (Masukan, Proses, Luaran), Akuntabilitas.

Paparan calon ketiga, Dr. Dra. Siti Isthikoroh, M.Si yang dengan misi T-CT (Tanggap, Cepat, Tepat). Menekankan bahwa Perguruan Tinggi  adalah Perusahaan Jasa yang bergerak dalam bidang pendidikan dan bersaing dengan perusahaan lain dalam industri yang sama. Maka growth mindset yang harus dibangun oleh pemimpin fokus pada pola pikir untuk sukses. Beliau juga menyebutkan bahwa untuk memenangkan persaingan, harus memiliki daya saing yang kompetitif (Bernilai, Unik, Tidak Tergantikan, Sulit Ditiru Oleh Pesaing). T-CT (Tanggap, Cepat, Tepat) yang dipaparkan bercerita banyak tentang unit usaha perguruan tinggi sebagai pengelola ilmu pengetahuan. Aset strategi perguruan tinggi adalah pengetahuan, maka konsep ekonomi menyebutkan adalah Intellectual Capital, yang didalamnya ada Human Capital yaitu SDM. Misi yang disampaikan juga sama terdapat 6 misi. Penekanan beliau terhadap model kepemimpinan, digambarkan dalam bentuk piramida, berisi tentang Customer Centric, Resilent, dan Profit Oriented.

Paparan calon keempat, Dr. Untung Lasiyono, SE., M.Si dalam penyampaian misi, beliau menyampaikan dasarnya yaitu Peraturan PPLP PT PGRI Surabaya, Nomor: 22/SK/P/I/2024 sehingga diuraikan dalam 6 misi yang telah menjadi komitmen. Mengawali paparannya dengan analisis kekuatan dan tantangan  UNIPA Surabaya, sehingga terwujud 10 program yang akan dicanangkan. Pertama, Optimalisasi SDM melalui penguatan SINERGI (Dosen, Tendik, Mahasiswa, Alumni). Kedua, Peningkatan Jejaring dan Kerjasama melalui KOLABORASI dengan pihak eksternal. Ketiga, Peningkatan MUTU melalui standar AKREDITASI Nasional maupun Internasional (PPEPP kuat). Keempat, Peningkatan ketercukupan sumber pendanaan melalui EFISIENSI dan DIVERSIFIKASI. Kelima, Mewujudkan HILIRISASI UNIVERSITAS untuk peningkatan ketercukupan pendanaan kampus. Keenam, OPTIMALISASI penggunaan SUMBERDAYA. Ketujuh, Peningkatan jumlah MAHASISWA BARU melalui berbagai program yang taat azas. Kedelapan, Mewujudkan SEJAHTERA mulai PENDIRI, PENGURUS, DOSEN, TENDIK dan MAHASISWA. Kesembilan, Meningkatkan kuantitas & Kualitas RISET & PUBLIKASI di Jurnal Nasional terakreditasi dan International bereputasi terindeks scopus. Kesepuluh, DIGITALIASI & Integrasi system untuk memudahkan pekerjaan dan peningkatan etos kinerja dlm mencapai MUTU. Bahkan beliau menerangkan untuk dapat mencapai 10 program tersebut, membaginya dalam 3 tahap yang diuraikan sebagai jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

Paparan calon kelima, Dr. Agung Pramujiono, M.Pd dengan sebuah penanaman mindset, bahwa Adi Buana adalah Aku, Adi Buana adalah keluarga, dan Adi Buana adalah ladang ibadahku. Sehingga terbangun 3 pilar keluarga Adi Buana, yaitu; Bapak yang dianalogikan sebagai pengurus PPLP PT PGRI Surabaya, Ibu yang juga dianalogikan sebagai jajaran Rektorat, Dekanat, Kaprodi, Dosen, Tendik. Kemudian Anak yang dianalogikan sebagai mahasiswa. Program yang ditawarkan oleh beliau, meliputi hal-hal yang sangat urgent, diantaranya; Program peningkatan perolehan mahasiswa baru, Program peningkatan kinerja dosen, Program pengembangan sistem IT yang terintegrasi, Program Internasionalisasi, Program revitalisasi kurikulum OBE, Program pengembangan kelembagaan, Program penanganan 5 Anti, Program peningkatan pendapatan diluar SPP.

Hasil penilaian persepsional calon rektor 2025-2030 oleh Senat Akademik, diakhir pemaparan juga langsung dapat diumumkan. Pertama dengan poin 1376 diraih oleh Dr. Untung Lasiyono, SE., M.Si. Selanjutnya posisi kedua dengan poin 1257 diraih oleh Prof. Dr. H. Hartono, M.Si. Berikutnya posisi ketiga dengan poin 1242 diraih oleh Dr. Dra. Sukarjati, M.Kes. Kemudian posisi keempat dengan poin 1212 diraih oleh Dr. Agung Pramujiono, M.Pd. Dan posisi kelima dengan poin 1208 diraih oleh Dra. Siti Isthikoroh, M.Si. (*)


Berita Terbaru
Kategori Berita
Kemitraan Internasional
Monash University Universiti Teknologi Mara Hutech University of Technology International Cultural Communication Center Malaysia Maejo University Thepsatri Rajabhat University USSH Saint Louis University Institut Pendidikan Guru
Copyright © 2025 by Universitas PGRI Adi Buana Surabaya