Berita Kampus

February 07, 2024

Surabaya – Peringatan yang Istimewa. Selain momen Perayaan Hari Besar Islam (PHBI) yang tentunya di bulan rajab seperti ini adalah Isra’ Mi’raj, namun juga narasumber yang didatang untuk kajian peristiwa ini adalah orang nomer dua di Kabupaten Mojokerto. Dr H Muhammad Al-Barra Lc MHum merupakan wakil bupati kabupaten Mojokerto. Tamu kehormatan ini, sebelum menjadi narasumber di masjid Luhur Adi Buana, beliau diminta untuk menanam pohon di depan GOR Hasta Brata. Tradisi Adi Buana jika mendapatkan tamu Istimewa, yaitu absensi pohon hidup. Ratusan pohon-pohon langka dengan varian yang berbeda, ditancapi nama-nama pejabat di negeri ini. Bahkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo juga ada daftar absensinya berupa pohon hidup.

Kembali pada kajian Isra’ Mi’raj yang diperingati pada 27 Rajab 1445 H, tepatnya Rabu (7/2) hari ini. Gus Barra, panggilan akrab beliau, membuka kajian atau ceramahnya dengan menyatakan bahwa mukjizat Nabiyullah Muhammad SAW, selain Al-Qur’an yang paling besar berikutnya adalah perintah menjalankan Shalat lima waktu dalam sehari. “Peristiwa Isra’ Mi’raj yang dialami nabi, sebenarnya nabiyullah pada kondisi Amul Huzni (tahun berduka) karena kehilangan orang-orang yang dicintainya. Allah SWT memberikan hiburan pada nabi, dengan memberikanya perjalanan spiritual berupa Isra’ yaitu perjalanan Nabi Muhammad SAW pada suatu malam dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjid Al-Aqsa atau Baitul Maqdis di Palestina. Mi’raj berarti naik ke atas, yaitu naiknya Nabi Muhammad SAW dari Masjid Al-Aqsa menuju Arasy untuk menghadap langsung Allah SWT,” terang Gus Barra.

Bapak Wabup Mojokerto ini juga menceritakan, bahwa perdebatan tentang Isra’ Mi’raj ini sampai detik inipun juga masih diperbincangkan. Baik soal nabi dijalankan hanya ruh-nya saja atau sekaligus dengan jasad-nya para ulama juga banyak silang pendapat. “Peristiwa ini kita kaji dari pesan apa yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, bahwa perintah Shalat tersebut merupakan bukti bahwa Allah SWT sangat sayang kepada Rasulullah. Shalat yang mampu menjadi penolong bagi hambanya dalam setiap permasalahannya. Dalam surat Al-Baqarah ayat (45-46) menyebutkan yang artinya Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu amat berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya” imbuh Gus Barra. 

“Mahasiswa jagalah shalat, hal ini selaras dengan tema kajian kali ini, yaitu mewujudkan generasi bangsa yang berbudi luhur dan berakhlakul karimah, karena kalau Shalat kita baik, Insyaallah perbuatan perilaku kita juga akan menjadi baik, begitu juga sebaliknya jika kita tidak mampu menjaga shalat kita, sama halnya seperti merobohkan agama, artinya kita bagian dari orang-orang yang mendustkan agama” pungkas Gus Barra. (*)


Berita Terbaru
Kategori Berita
Kemitraan Internasional
Monash University Universiti Teknologi Mara Hutech University of Technology International Cultural Communication Center Malaysia Maejo University Thepsatri Rajabhat University USSH Saint Louis University Institut Pendidikan Guru
Copyright © 2025 by Universitas PGRI Adi Buana Surabaya