Berita Kampus

November 20, 2022

Surabaya – Sikap kritis dan banyak ingin tahu pagi ini (20/11), ditunjukkan dari peserta Seminar Tax and Accounting (SETTING), yang berkali-kali menanyakan tentang resesi 2023 dan kendala ekonomi bangsa ini. Lepas dari kondisi pandemi akibat covid-19, para pakar ekonomi banyak mengadakan kajian tentang pemulihan dan pertumbuhan ekonomi di tahun yang akan datang. Sekitar 320 mahasiswa akuntansi mendapatkan ilmu dari dua narasumber yang luar biasa, yaitu dari SYCO Management Solution dan IAI Jawa Timur. Mengambil tema Implementasi Akuntansi dan Perpajakan Digital dalam Mengoptimalkan Perekonomian Indonesia di Masa Endemi Covid-19.

Penuturan ketua umum himpunan mahasiswa akuntasi saudara Ibnu Hakim Alsanda, yang menyampaikan bahwa ini akan menjadi agenda rutinan setiap tahun. “bersyukur walaupun masih acara perdana, antusias peserta sangat luar biasa, pengambilan tema yang cocok bagi kami, yang membutuhkan informasi perpajakan dari para pakar, menjadikan acara ini berhasil lancar dan penuh pesertanya” terang Ibnu.

Gita Arasy Harwida, narasumber yang merupakan pengurus IAI Jawa Timur Kompartemen Akuntan Pajak. Banyak membahas tentang potensi digital dalam perekonomian. Hasil riset menunjukkan bahwa nilai dari ekonomi digital Indonesia mencapai USD70 miliar pada 2021 atau terbesar di Asia Tenggara. Proyeksi tahun 2022 akan mencapai 210 juta pengguna. “Dampak ekonomi digital untuk perpajakan, diantaranya adalah peningkatan transaksi lintas batas (Cross Border Transactions) baik dalam negeri maupun lintas negara, timbulnya aset baru berupa digital content, hal ini memungkinkan untuk membuka lebih besar kesempatan profit shifting, transfer pricing” jelas Ibu Gita.

Gusti Dian Prayogi, narasumber yang berasal dari SYCO Management Solution lebih banyak memaparkan tentang trend transformasi bisnis yang berdampak langsung pada kinerja akuntan. Seperti Artificial Intelligence, Blockchain, Ciber Risk dan Big data Analytics yang harus dikuasai. “Akuntan seperti kita harus siap-siap berganti peran, setidaknya dimasa yang akan datang kita akan menjadi penyedia insight atas data, menjadi penasihat bisnis, bermitra dengan teknologi dan berkembang ke area-area baru seperti cyber security” ungkap Ibu Dian.

Pertanyaan dari mahasiswa pada sesi diskusi sangat menarik, membahas resesi 2023. Hal ini akibat prediksi seiring dengan tren kenaikan suku bunga acuan yang dilakukan sebagian besar bank sentral di dunia secara bersamaan. Narasumber hampir semuanya memberikan penguatan kepada para mahasiswa berkaitan dengan polemik resesi tersebut. Pemulihan ekonomi domestik harus terus berlanjut, identifikasi kembali pos-pos pengeluaran, mahasiswa jangan boros-borosan dan pesan narasumber bahwa resesi tidak boleh ditakuti namun harus diwaspadai.

Acara Setting 2022 ini ditutup dengan pemberian sertifikat kepada para narasumber oleh Ketua Program Studi Akuntansi. Ibu Nurdina SE MSA juga memberikan cinderamata kepada moderator acara seminar ini. Acara seminar ini juga dilengkapi dengan Branding IAI Muda Jawa Timur. Dalam paparannya organisasi ini akan menjadi organisasi yang unggul dalam pengembangan pengetahuan dan praktek akuntansi, membangun kebersamaan di antara mahasiswa Akuntansi se-Jawa Timur, serta menjadikan organisasi ini sebagai wadah Sharing Knowledge, baik bagi sesama anggota, mitra dan pengurus. (*)



Connect with us:


Copyright © 2022 by Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Seluruh Isi Web Dilindungi Hak Cipta.

  • SPP
  • PPMB
  • Akademik
  • Kemahasiswaan