Berita Kampus

September 21, 2022

Surabaya – Ide bisnis mahasiswa terbanyak adalah Mamin (Makanan dan Minuman) serta Dekorasi dan handicraft. Ide-ide tersebut dituangkan dalam presentasi Kompetisi Bisnis Mahasiswa (KBM) Tahun 2022 yang di gelar oleh Departemen Kemahasiswaan Alumni dan Ikoma (DKAI). Empat keklompok yang dinyatakan lolos dalam finalisasi kompetisi tersebut. Dilamar Backdrop, Sangesu, Opkel Siahaan, dan Hantaran merupakan nama-nama ide produk yang dibawa oleh mahasiswa.

Hantaran, lebih lengkapnya Hantaran Maharsda merupakan bisnis yang dibawa oleh mahasiswa Akuntansi dan Pendidikan Jasmani. Konsep handicraft berupa hantaran untuk pernikahan menjadi peluang bisnis yang mereka jalani. “Saya menerapkan WHWM (What, How, Why, Monetize), unsur apa, bagaimana, mengapa dan berapa duit yang harus keluarkan dalam bisnis ini, menjadi ide pemikiran awal” terang Risfatul Qoiriyah selaku ketua kelompok. Risfa panggilan dara manis berjilab ini juga menambahkan, bahwa ide kreatif dalam membuat kotak hantaran dari akrilik menjadi daya Tarik tersendiri, biasanya konsumen akan meminta model-model terbaru dengan kombinasi warna yang cocok dengan tema acara.

Sangesu Eco-Friendly Product, Salah satu ide bisnis makanan berupa olahan limbah kulit pisang yang dijadikan keripik. “Produk enak dengan varian topping kriuk serta aroma kopi tiramisu,merupakan unggulan produk kami” terang Nabilah Khoirun Nisa’ yang merupakan Direktur dalam kelompok ini. Pada kesempatan promosi produknya Nabilah juga membawa tiga rekan se-timnya yang terdiri dari manajer produksi, manajer pemasaran dan manajer keuangan. “target kami, coming soon adalah developing products and setting up outlets selain harus segera punya investor yang permanen” tambah Nabilah dengan senyum khasnya.

Opkel Siahaan, merupakan singkatan dari Optik Keliling Siahaan. Konsep menjemput bola dengan keliling ke kantor-kantor dan instansi serta perusahaan dalam penawaran kacamata menjadi ide bisnis mahasiswa ini. “Besarnya volume orang di depan komputer dan handphone memiliki kecenderungan orang butuh kacamata lensa spheris, baik minus untuk jarak jauh maupun plus untuk jarak dekat” ungkap Sri Winengsih Siahaan ketua kelompok yang merupajan perwakilan dari Program Studi Bahasa Inggris. Ide optik keliling merupakan bentuk konsep bisnis di era pandemi, yang orang sangat ketakutan untuk mendatangi optik di mall. “Putaran keuangan bisnis kami sangat mahal, rata-rata frame dan lensa kisaran harga tiga ratus ribu hingga satu jutaan, dan kami memberi kemudahan dengan sistem kredit/cicilan” imbuh Siahaan.

Dilamar Backdrop, merupakan bisnis jasa sewa dekorasi. Ide bisnis dari mahasiswa farmasi ini membutuhkan daya seni dan kreatifitas tinggi. “Saya menggunakan bahan baku daur ulang kayu yang ramah lingkungan, Stategi marketing kami dintaranya; Low Cost Strategy, Eye Catching, Phygital Presence, Decoy effect” jelas Maulidia yang merupakan ketua kelompok ini. Menurut Maulidia yang memang terkesan lugas dalam menangani Event Organizer, dalam 3 bulan terakhir di tahun 2021 sempat mengalami puncak income tertinggi, arus kas hingga 14 jutaan. “Customer kami terbanyak adalah kelompok wanita muda yang akan lamaran, dekorasi kami memang sangat Eye Catching, kami harus tahu selera anak muda kekinian” imbuh Maulidia yang ditimpali oleh empat rekan se-timnya.

Kurang lebih enam jam penjurian yang sangat ketat, akhirnya diputuskan Juara pertama: Dilamar Backdrop. Kemudian juara kedua: Sangesu. Selanjutnya juara ketiga : Opkel Siahaan. Ketiga pemenang ini merupakan mahasiswa-mahasiswa dengan ide bisnis yang cemerlang, selain mampu menyampaikan strategi yang gemilang, juga mampu melaporkan Cash Flow yang sangat akurat. Kompetisi seperti ini akan digelar rutin untuk mempersiapkan mahasiswa guna mengikuti kompetisi bisnis pada level yang lebih tinggi. (*)



Connect with us:


Copyright © 2021 by Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Seluruh Isi Web Dilindungi Hak Cipta.

  • SPP
  • PPMB
  • Akademik
  • Kemahasiswaan