Berita Kampus

June 14, 2022

Surabaya – Selenggarakan pelatihan OSCE (Objective Structured Clinical Examination) selama dua hari, terhitung tanggal sejak tanggal 13 Juni 2022 hingga 14 Juni 2022. Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya melengkapi metode pengujian kompetensi klinik secara obyektif. OSCE menjadi syarat bagi calon tenaga medis. Pelatihan OSCE ini dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas pendidik dalam melakukan evaluasi pembelajaran baik dari kognitif, afektif dan psikomotorik, sehingga dapat mempersiapkan peserta didik utamanya tenaga kesehatan yang kompeten, dan diharapkan memiliki daya saing di dunia kerja.

Materi selama dua hari dari pelatihan ini, berupa; Konsep dan kebijakan tentang OSCE, Blueprint uji kompetensi metode OSCE, Standar Profesi Bidan dan Apoteker, Teknik penyusunan soal dan review soal OSCE, Penetapan nilai batas kelulusan (Standar setting), Penguji OSCE, Aplikasi ujian OSCE, dan Evaluasi dan refleksi RTL.

“Fungsi OSCE kedepannya akan diterapkan sebagai salah satu metode evaluasi uji kompetensi, baik sebagai uji  praktik pada mata kuliah untuk mahasiswa Strata Satu (S1) akademik, ataupun pada ujian kompre pada mahasiswa profesi. Memang saat ini pelatihan OSCE untuk meningkatkan kualitas dosen, dan pada akhirnya implementasi kegiatan ini, juga untuk kualitas mahasiswa” terang Setiawandari, SST., M.Kes selaku Dekan Fakultas Sains dan Kesehatan.

Peserta pelatihan OSCE di kampus Semangat PAGI juga diikuti peserta dari luar. Seluruh peserta terdiri dari 12 dosen kebidanan, 6 dosen farmasi, 3 laboran dan 3 mitra kerjasama Fakultas Sains dan Kesehatan yaitu; STIKES William Booth, Akbid Griya Husada dan STIKES Ngudia Husada Madura. Pemateri dalam pelatihan OSCE dari ACT Center (Acceleration of Consulting and Training Center). “Ada tiga hal yang kami tekankan sebagai tujuan pelatihan ini; (1) Penapisan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, (2) Menciptakan sistem ujian yang obyektif dan terstandard secara nasional, (3) Melengkapi ujian kompetensi dari segi psikomotor dan perilaku” terang Moh. Afandi, S.Kep., NS, MAN., PhD (C) selaku narasumber pelatihan OSCE.

Metode OSCE ini kedepannya akan diterapkan sebagai salah satu metode evaluasi uji kompetensi, yang selama ini dalam beberapa periode uji kompetensi dilakukan dengan hanya menitikberatkan pada uji pengetahuan dalam bentuk ujian pilihan ganda. Kedepan standar kelulusan akan menggunakan metode OSCE. Metode OSCE dapat menggambarkan seluruh aspek penilaian baik kognitif, sikap maupun ketrampilannya. “Kami mulai berbenah, mengingat di Borang Kriteria 9, penilaian terhadap lembaga yang sudah dilengkapi program OSCE (Objective Structured Clinical Examination) sangat tinggi” imbuh Bu Dekan Setiawandari. (*)



Connect with us:


Copyright © 2021 by Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Seluruh Isi Web Dilindungi Hak Cipta.

  • Akademik
  • SPP
  • PMB