
Surabaya – Fakultas Teknik Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, kedatangan orang tua calon mahasiswa Internasional pada Senin (14/2) kemarin. Malik Mohammad Zaheer asal Pakistan berencana mendaftarkan kedua puteranya di Program Studi Pendidikan Vokasional Kesejahteraan Keluarga (PVKK). Ditemui oleh Dekan, Wakil Dekan I, Kaprodi PVKK dan Kepala Kantor Urusan Internasional (International Relation Office ) yaitu: Hertiki , S.Pd, M.Pd.
“Tuan Malik tertarik dengan konsentrasi tata boga dan tata busana di Adi Buana, mengingat program studi tersebut menerima mahasiswa yang berkebutuhan khusus” terang Shabryna yang merupakan Mahasiswa Berprestasi Tahun 2021 yang menguasai 4 bahasa, yang pada pertemuan kemarin berperan menjadi Guide pada diskusi di gedung Sardjijo lantai 2 Fakultas Teknik.
Begitupun Ibu Hertiki yang berpengalaman menangani mahasiswa Internasional juga menerangkan bahwa kedua orang tua calon mahasiswa ini sudah memberikan berkas untuk puteranya belajar disini. Pelaksanaan penerbitan Student Visa dan Cap Student Visa diatur berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM nomor 52 tahun 2016. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi menyediakan layanan pemberian Izin Belajar kepada mahasiswa internasional yang akan belajar di perguruan tinggi Indonesia yang dikelola langsung oleh Direktorat Kelembagaan. “Untuk dokumen dari calon mahasiswa asing semuanya sudah saya terima, Visa Belajar akan diurus setelah semua dokumen lengkap, baik dari lembaga Universitas kita dan mahasiswa” terang Hertiki.
Alur penerimaan mahasiswa asing berdasarkan laman Kemendikbud, yaitu: Mahasiswa mempersiapkan persyaratan pengurusan Izin Belajar dan menyampaikan kepada Perguruan Tinggi. Perguruan tinggi melengkapi dokumen yang dipersyaratkan dan mengajukan permohonan izin belajar kepada Direktur Kelembagaan melalui aplikasi Izin Belajar Mahasiswa Asing. Pengelola Layanan Izin Belajar di Direktorat Kelembagaan menerima, melakukan Verifikasi dan Validasi atas permohonan Izin Belajar dari perguruan tinggi. “Semua syarat-syarat ini akan kami dampingi hingga selesai, harapannya memang ada mahasiswa internasional di kampus Semangat PAGI, makin banyak” jelas Hertiki. (*)