
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, yang sejak tahun 1976 menjadikan PGRI sebagai bagian dari jati dirinya, dengan nama IKIP PGRI Sarmidi Mangunsarkoro Surabaya saat itu, dan telah melayani masyarakat Jawa Timur untuk dapat mengenyam pendidikan tinggi. Jika hari ini Kamis 04 Pebruari 2021 terjadi kesepakatan dan kerjasama dengan Perguruan Tinggi PGRI se-Jawa Timur yang jumlahnya sekitar empat belas perguruan tinggi, maka hal ini adalah upaya untuk membangkitkan PGRI kembali untuk memperoleh kejayaan bersama.
Persamaan karakter yang fundamental inilah yang dirasakan oleh Universitas PGRI Ronggolawe Tuban, STIKOM PGRI Banyuwangi, Universitas PGRI Wiranegara Pasuruan, Universitas Nusantara PGRI Kediri, STKIP PGRI Trenggalek, STKIP PGRI Bangkalan, STKIP PGRI Lumajang, STKIP PGRI Sidoarjo, Universitas PGRI Madiun, STKIP PGRI Sumenep, STKIP PGRI Nganjuk, Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung dan STKIP PGRI Sampang, memutuskan untuk penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yaitu bentuk perjanjian kerjasama di bidang akademik.
Rektor Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Dr. M. Subandowo, MS dalam sambutannya menyatakan bahwa “perubahan yang cepat, tidak pasti, kompleks dan kerancuan di masa Pandemi Covid-19 ini, maka kita harus duduk bersama untuk memikirkan perguruan tinggi dibawah naungan PGRI ke depan, walaupun kita memang otonomi namun sejatinya kita butuh kolaborasi untuk menyikapi Peraturan-Peraturan dari Dikti, mengaplikasikan dengan cepat sistem Kampus Merdeka-Merdeka Belajar.” Peraturan Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 harus disikapi dengan cepat, harus ada komitmen bagi pelaku Perguruan Tinggi untuk menjaminkan seluruh sumber dayanya untuk konsentrasi penuh pada program ini.
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh tiga belas pimpinan perguruan tinggi, akan dilanjutkan secara cepat di lapangan dengan perjanjian-perjanjian kerjasama berikutnya yaitu Memorandum of Agreement (MoA) antar Fakultas dan Departemen yang kesemuanya bertujuan untuk meningkatkan kinerja perguruan tinggi.
Sambutan rektor Universitas PGRI Madiun Profesor Dr. Parji, M.Pd mewakili tiga belas rektor yang ada, memaparkan bahwa “saat ini perguruan tinggi wajib mewujudkan kinerjanya melalui Delapan Indikator Kinerja Utama (8-IKU), oleh karena itu sangat berterima kasih ide gagasan yang dimunculkan oleh Universitas PGRI Adi Buana Surabaya yang difasilitasi oleh PPLP PT. PGRI Surabaya selaku Badan Penyelenggara, benar-benar upaya nyata untuk mewujudkan hal itu, banyak tantangan yang harus dijawab berkaitan dengan penerapan Kampus Merdeka-Merdeka Belajar ini.” Beliau juga menyebutkan perguruan tinggi dilingkungan PGRI Jawa Timur sudah memiliki kesetaraan dengan perguruan tinggi terkenal lainnya, pencapaian untuk mendapatkan Program Hibah dari Dikti sudah hampir merata, Program Kreativitas Mahasiswa juga sudah bagus dan mampu diperoleh dengan jumlah yang tidak sedikit, untuk itu kerjasama ini difokuskan pada pengembangan riset bersama dan kemitraan.
Kerjasama akademik oleh keempat belas perguruan tinggi PGRI se-Jawa Timur ini dilakukan secara Daring dan dilaksanakan sejak pukul 13.00 WIB hingga pukul 14.30, dengan teknis pelaksanaan Naskah MoU dikirim sebelumnya ke seluruh perguruan tinggi yang menyepakati kerjasama, “sebagai perguruan tinggi yang memiliki budaya kegigihan (resilient) sudah sepatutnya kita berkolaborasi, agar Perguruan Tinggi PGRI di Jawa Timur mampu membangun pemikiran baru (Growth Mindset) bahwa kita adalah Super Team yang sama-sama memberikan pelayanan terbaik bagi mahasiswa” terang Subandowo dalam pesan penutupan acara.(*)