Berita Kampus

May 16, 2020

Surabaya- Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya tetap menjalankan tradisi ziarah makan pendiri meskipun di tengah Pandemi Covid-19. Sabtu, (16/5). Berbeda dari tahun sebelumnya yang biasanya melibatkan seluruh keluar besar Unipa namun pada ziarah kali ini hanya dilakukan oleh perwakilan Unipa bersama pihak keluarga pendiri.

Ziarah dilakukan secara serentak di tiga kota, yakni Kediri, Malang, dan Surabaya. Meskipun tidak semua hadir tetapi tidak mengurangi kekhidmatan doa bagi para tokoh pendiri Unipa Surabaya semoga amal ibadahnya diterima di sisi-Nya.

Dr M Subandowo MS Rektor Unipa Surabaya mengungkapkan, ziarah ini untuk menghargai dan mengingat akan jasa-jasa para pendiri dalam membangun pendidikan di negeri ini sekaligus untuk menjaga hubungan kekeluargaan. “Ziarah ini sekaligus adalah kegiatan rutin setiap peringatan dies natalis Unipa yang bertujuan untuk mengenang nilai-nilai luhur yang telah diajarkan para pendahulu,”terangnya. 

Drs Atnuri MPd Ketua Tim Ziarah menjelaskan, di Surabaya ziarah dibagi ke dalam tiga titik yakni Keputih makam alm. Drs. H. M. Roosly,  Ngagel Dadi makam alm. Prof. Drs. H. Soelaiman Joesoef, M.M dan Bung Tomo Pahlawan Nasional, dan Kebraon makam alm.  Drs. H. Matadjit, M.M. Di Malang dibagi dua tempat, yakni makam alm. H. A Hudan Dardiri dan makam alm. A. Radjab Pencetus dan perintis berdirinya IKIP PGRI Jawa Timur. Sementara Kediri makam alm. Drs. Masini Atmadji,"terangnya.

Atnuri berharap dengan mengingat apa yang sudah dilakukan para pendahulu, akan menginspirasi para generasi penerus Unipa khususnya untuk mengembangkan dan mewujudkan apa yang telah di cita-citakan untuk membangun dunia pendidikan di negeri ini. (*)



Connect with us:


Copyright © 2020 by Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Seluruh Isi Web Dilindungi Hak Cipta.

  • Akademik
  • Humas
  • SPP