SURABAYA- Sebagai Program Studi Baru di Unipa Surabaya, Pendidikan Khusus (PKH) ingin menerapkan sistem pendidikan inklusi di Unipa Surabaya. Sebagai upayanya PKh telah melakukan sosialisasi tentang konsep pendidikan inklusi di warga Unipa melalui seminar internasional dan kuliah umum. Kali ini PKh kembali menghadirkan narasumber dari luar negeri David Evans, Ph.D Associate Profesor dari Sydney University. Pada kesempatan ini, David Evans berbicara tentang pendidikan inklusi di Australia. Minggu, (29/10)
Menurut Evans, sistem inklusi di sana sudah tertata dengan baik dan telah bekerjasama dengan pemerintah dalam penyelenggaraan pendidikan bahkan ada bugjet khusus untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang disisihkan melalui pajak dan asuransi. “Di sana untuk menjadi guru pendidikan khusus tidak harus yang mempunyai latar belakang guru tetapi siapa pun yang memiliki skill dalam memperlakukan ABK,"tambahnya.
Guru harus bisa disain pembelajaran buat semua murid baik reguler maupun inklusi, penilaian untuk siswa inklusi harus fleksibel tidak harus melalui tes tulis. Misal untuk siswa inklusi bisa melalui pengamatan, menggambar, dan lain-lain,"kata Evans. Selain itu, di Australia semua adalah sekolah inklusi.
Sementara itu, Ana Rafikayati, S.Pd., M.Pd dosen PKh Unipa lebih memfokuskan pada fakta-fakta ABK di Indonesia. Penyandang disabilitas tingkat SD lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain mencapai 3 ribu disabilitas, belum adanya fasilitas umum untuk penyandang difabel, rata-rata berasal dari keluarga menengah kebawah, dan anak dianggap bermasalah.
Ia menegaskan , UU No 20 Tahun 2003 Sisdiknas sebagai dasar bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. Oleh karena itu, Unipa Surabaya berupaya untuk memberikan fasilitas kepada mahasiswa yang memiliki keterbatasan tersebut. Salah satunya dalam prodi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga terdapat mahasiswa yang memiliki keterbatasan dalam pendengaran (tunarungu). Dengan adanya fakta tersebut, PKh gencar menyuarakan sistem pendidikan inklusi agar dapat diterapkan disemua prodi di Unipa Surabaya,"kata Dian Puspa Dewi, S.Pd., M.Pd. dosen PKh Unipa.
Sejauh ini sudah ada pembicaraan tentang kurikulum pendidikan inklusi di FKIP sebagai mata kuliah di FKIP dan akan didirikannya Pusat Studi Layanan Disabilitas (PSLD) yang bekerja sama dengan GC3 Adi Buana,"tambahnya.