Berita Kampus

April 15, 2014

SENYUM OPTIMIS: Dari kanan ke kiri Dwi Retnani (Dekan FKIP), Djoko AW (Narasumber dari Unipa Surabaya), Prof. Soegeng Santoso ( Narasumber sekaligus Pendiri PAUD Indonesia dari UNJ),  dan Yunus Karyanto (Kaprodi PAUD Unipa Surabaya).

 

SURABAYA- Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya, menunjukkan kepeduliannya terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia, melalui seminar yang bertajuk “mengembangkan kecerdasan anak usia dini secara optimal untuk menciptakan generasi emas”, diharapkan mampu mengubah pola pengasuhan Anak Usia Dini yang benar sesuai dengan porsi yang seharusnya. Acara ini merupakan rangkaian dari diesnatalis Unipa Surabaya yang ke 43.  Hal itu diungkapkan Rektor Unipa Surabaya Drs. H. Sutijono, MM. di acara pembukaan seminar nasional tersebut, Sabtu (12/4).

Menurut Sutijono, sampai saat ini Unipa Surabaya terus melakukan binaan kepada guru-guru PAUD melalui seminar dengan mengundang para ahli di bidang ini, agar kedepan mampu memberikan pendidikan yang lebih baik dan berkualitas. Paud memegang peranan penting di masa depan. Untuk itu,  usia “golden age” jangan dilewatkan, maka harus diawali dengan pengasuhan yang baik.

Paud perlu mendapat prioritas di masa datang, hal ini pernah disinggung Pusat pengembangan SDM di Jakarta. Saat ini pendidiknya masih belum memiliki jenjang dan sertifikat pendidik, oleh sebab itu, Prodi PAUD Unipa Surabaya selalu mengikuti pekembangan kurikulum supaya mampu melahirkan guru-guru yang berkualitas baik bidang akademik maupun non akademik,” terang Sutijono.

Sementara itu, Penanggungjawab seminar sekaligus Kaprodi PAUD Unipa Surabaya, Yunus Karyanto menambahkan, PAUD itu tujuannya melayani anak usia 1-8 tahun. Oleh karena itu, pola pelayanan dan pengasuhannya berbeda, kedepan harapan kami guru-guru lebih termotivasi untuk belajar, konsep pembelajaran itu juga perlu diperhatikan. Nah, pembelajarannya harus menggunakan sesuatu yang dekat dengan anak bukan memaksakan kemauan guru. Pada seminar kali ini ada sekitar 300 peserta seminar dari mahasiswa PAUD Unipa, sebagian juga ada dari luar.

Di Unipa sendiri, PAUD berdiri dari tahun 2009 dan sudah terakreditasi, embrionya dimulai dari D2. Selain itu, Unipa Surabaya juga dipercaya oleh Pemerintah untuk menyelengarakan sertifikasi guru mulai tahun 2009 mandiri, pada tahun 2007 masih mitra dengan Unesa.  Sertifikasi guru PAUD di Unipa untuk wilayah Madura dan Lamongan. Pada tahun 2013 lalu ada sekitar 1000 guru yang ikut sertifikasi, namun pada tahun 2014 turun kemungkinan sekitar 500 guru. Hal ini disesuaikan dengan kuota, dan bagi yang sudah bekerja selama 5 tahun dan menjadi guru tetap bisa mengikuti PLPG,”terangnya.

Selain itu, banyak upaya Unipa untuk mensosialisasikan pendidikan PAUD ini, seperti melalui kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata) di daerah tertentu, di sana para mahasiswa melakukan berbagai kegiatan pembinaan dan pelatihan. Unipa juga merintis Paud di daerah tersebut, makanya banyak Pos Paud Adi Buana yang tersebar di daerah-daerah. Hal itu, sudah berjalan sekitar tiga tahun ini. “Semoga upaya ini bisa di terima di masyrakat khususnya guru-guru Paud di Indonesia,”terang Yunus Karyanto. (rohma)



Connect with us:


Copyright © 2020 by Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Seluruh Isi Web Dilindungi Hak Cipta.

  • Pmb Adi Buana
  • Promosi