
SURABAYA – Transformasi pendidikan matematika di Indonesia baru saja mendapatkan momentum emas. Program Studi S-1 Pendidikan Matematika Universitas Adi Buana (UAB) sukses menggelar Seminar Nasional Pendidikan Matematika (SNPM) 2026 pada 13 Juni lalu, membawa gebrakan inovasi bertajuk "Integrasi STEAM dalam Pembelajaran Matematika: Inovasi, Kreativitas, dan Literasi Numerasi".
Acara bergengsi yang diselenggarakan secara virtual via Zoom ini tidak main-main dalam menghadirkan kualitas. Dua pakar kaliber internasional didapuk sebagai narasumber utama untuk membedah tantangan pendidikan era modern.
Prof. Madya Dr. Mazlini binti Adnan dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia mengupas tuntas gagasan Ethno-STEAM, menawarkan rancangan inovasi pembelajaran matematika berbasis proyek yang autentik sekaligus berakar pada nilai budaya.
Jatnika Hermawan, Ph.D. selaku Deputy Director for Programme SEAMEO (Regional Centre for QITEP in Mathematics), membuka wawasan peserta lewat pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan Computational Thinking sebagai katalisator untuk mengakselerasi literasi numerasi di tengah gempuran era Big Data.
Antusiasme akademisi nusantara dan mancanegara terhadap SNPM 2026 terbukti tak terbendung. Laporan resmi mencatat capaian impresif dari gelaran ini. Acara ini berhasil menghimpun total 90 orang, yang terdiri dari 61 pemakalah dan 29 peserta. Melibatkan kolaborasi lintas batas dari 46 Perguruan Tinggi yang berbeda. Target internasionalisasi sukses tercapai berkat hadirnya kontribusi dari Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia.
SNPM 2026 sukses menjadi wadah pemersatu pendidik dari berbagai wilayah. Meski dominasi masih berasal dari Pulau Jawa dengan persentase 56,5% , daya tarik acara ini sukses menembus Pulau Sumatera yang menyumbang potensi kuat sebesar 26,1%.
Lebih membanggakan lagi, SNPM 2026 berhasil menjangkau kawasan Indonesia Timur. Kehadiran perwakilan perguruan tinggi dari Sorong dan Baubau membuktikan bahwa semangat untuk memajukan inovasi pendidikan matematika telah meresap hingga ke penjuru negeri.
Lewat kesuksesan ini, Program Studi Pendidikan Matematika UAB semakin mengukuhkan posisinya sebagai ujung tombak inovasi. Acara ini bukan sekadar seminar, melainkan batu loncatan menuju pendidikan adaptif yang siap menjawab tantangan teknologi dan budaya global.