
SURABAYA – Program Studi Sarjana Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Adi Buana (UAB) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bergengsi bertajuk "Healing, Branding, dan Jadi Versi Terbaik Diri Sendiri". Berlangsung di Graha Hasta Brata pada Selasa, 23 Juni 2026, acara ini menghadirkan dokter, penulis, sekaligus edukator publik inspiratif, dr. Gia Pratama Putra.
Daya tarik seminar dan sosok dr. Gia rupanya tidak hanya memikat mahasiswa internal Adi Buana. Acara ini sukses menyedot animo luar biasa hingga ratusan peserta, mengisi penuh area kursi mahasiswa hingga barisan khusus peserta eksternal. Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta terkemuka di Surabaya seperti Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), UPN Veteran Jawa Timur, hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tampak berbaur di dalam ruangan. Tak ketinggalan, masyarakat umum juga hadir meramaikan jalannya acara.
Memasuki sesi utama pada pukul 10.50 WIB, kehadiran dr. Gia disambut antusias oleh ratusan peserta yang memadati venue. Dalam paparannya, sosok yang memiliki visi mulia mencegah satu juta serangan jantung dan stroke ini menyoroti fenomena generasi muda masa kini yang rentan mengalami FOMO (takut tertinggal) dan kelelahan mental.
Menurut dr. Gia, fondasi utama untuk menjadi versi terbaik diri terbangun atas tiga pilar penting: Pulih, Bertumbuh, dan Dikenal. Ia meluruskan miskonsepsi seputar tren healing yang kerap disalahartikan oleh banyak orang.
"Healing bukanlah sekadar jalan-jalan atau lari dari masalah," tegas dr. Gia di hadapan para audiens. "Healing adalah keberanian melihat luka dengan jujur, lalu memilih tetap bertanggung jawab atas hidup. Healing yang sehat membuat kita kembali bergerak, bukan berhenti di tempat," tambahnya.
Selain pemulihan mental, dr. Gia juga membagikan pandangannya terkait personal branding di era digital. Ia mengingatkan mahasiswa untuk tidak terjebak mengejar "Branding Kosong" yang hanya mencari atensi dan sensasi agar viral semata. Sebaliknya, ia mendorong generasi muda untuk membangun "Branding Bernilai" yang berlandaskan pada keinginan untuk bermanfaat dan membangun kepercayaan.
Merangkum perjalanan hidupnya yang tidak hanya mengabdi sebagai dokter namun juga menelurkan karya lewat tulisan dan edukasi publik, dr. Gia meyakini bahwa berbagi ilmu adalah jalan terbaik. "Luka dan rasa pahit tidak pernah sia-sia; ia bisa menjadi cahaya bagi orang lain. Ilmu yang diasah dan dibagikan bisa menyelamatkan hidup," paparnya menyentuh hati para peserta.
Kehadiran sosok inspiratif seperti dr. Gia di kampus ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Universitas Adi Buana dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga matang secara karakter dan mental. Sebagai perguruan tinggi yang terus berkembang secara inovatif, UAB secara konsisten memfasilitasi mahasiswanya dengan ruang diskursus yang membangun kesiapan psikologis sebelum terjun ke dunia profesional.
Mengapresiasi dedikasi tersebut, dr. Gia turut memberikan tanggapan positifnya terhadap iklim pendidikan dan lingkungan di Adi Buana. "Antusiasme mahasiswa FIKes UAB hari ini sangat luar biasa. Inisiatif kampus yang tidak hanya membekali hard skill medis, tetapi juga sangat peduli pada penguatan soft skill dan kesehatan mental mahasiswanya seperti ini patut dicontoh," puji dr. Gia.
"Apalagi melihat komitmen kampus yang asri dan aksi nyata pelestarian lingkungannya tadi pagi, saya sangat yakin UAB akan terus melahirkan lulusan dan tenaga kesehatan yang tidak hanya tangguh secara kompetensi, tetapi juga memiliki empati tinggi terhadap sesama dan lingkungannya," pungkasnya.

Acara yang dipersembahkan oleh angkatan "The Legacy of Eleven" FIKes UAB ini juga menyisipkan kegiatan yang erat kaitannya dengan pelestarian lingkungan, dr. Gia Pratama bersama jajaran pimpinan rektorat melakukan prosesi penanaman bibit pohon Durian Musang King (Durio zibethinus) di taman area kampus. Aksi simbolis ini sejalan dengan salah satu pesan inti materi yang ia bawakan nantinya, yakni pentingnya untuk terus membumi dan "Bertumbuh" membentuk kapasitas diri.