Berita Kampus

June 22, 2026

SURABAYA – Jalan Tunjungan malam itu tak seperti biasanya. Gemerlap lampu kota berpadu dengan riuh sorak-sorai ribuan warga yang berjejal di sepanjang trotoar. Puncak gelaran Surabaya Fashion Festival (SFF) 2026, yang menjadi bagian dari semarak Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733, sukses menyulap kawasan bersejarah tersebut hingga Balai Kota menjadi lintasan catwalk yang spektakuler.

Di tengah gempita parade busana modern dan balutan kain Nusantara dari puluhan peserta, sebuah kejutan visual mendadak menyita perhatian. Rombongan dari Universitas Adi Buana (UAB) Surabaya melangkah percaya diri, membawa "hutan fantasi" tepat ke jantung Kota Pahlawan.

Kreativitas tingkat tinggi ini tak ayal mengantarkan tim dari Program Studi Pendidikan Vokasional Kesejahteraan Keluarga (PVKK) Konsentrasi Tata Rias UAB tersebut menyabet Juara I.

Mendobrak Tren Lewat Karakter Alam

Saat peserta lain berlomba menampilkan kemewahan busana modern, tim UAB memilih jalan sunyi yang justru berbuah manis. Mereka menerjemahkan elemen alam ke dalam seni tata rias fantasi (makeup karakter) tingkat tinggi, dipadukan dengan kostum dan ornamen berukuran raksasa.

Dwi Haris Setyawan, perwakilan tim UAB, menceritakan bahwa ide ini lahir dari keinginan untuk membuat karya seni yang "membumi" namun tetap memukau secara visual.

"Kami menyuguhkan tema makeup karakter dengan mengangkat unsur-unsur alam. Ada lebah, tarantula, bunga anggrek, stroberi, dan kupu-kupu," tutur Haris. "Kami ingin menghadirkan sesuatu yang mudah dikenali masyarakat umum, tetapi tetap memiliki pesan kuat dan detail yang rumit."

Tampilan kelima karakter tersebut sukses membuat penonton berdecak kagum saat berlenggak-lenggok di aspal Jalan Tunjungan:

  • Bunga Anggrek: Tampil anggun namun intimidatif dengan dominasi warna cerah dan headpiece bunga raksasa yang menjulang tinggi, diperankan oleh Fira.

  • Tarantula: Memberikan kesan garang dan eksotis melalui detail riasan hidup yang diperagakan oleh Irwan Santosa.

  • Kupu-kupu: Membentangkan sayap megah berwarna mencolok yang memantulkan cahaya kota, dibawakan oleh Auryn.

  • Lebah & Stroberi: Tampil mencolok melengkapi ekosistem fantasi UAB, masing-masing diperagakan oleh Amora dan Dea.

Drama Dua Minggu di Balik "Pecah Telur"

Di balik kemegahan kostum dan riasan yang memakan waktu berjam-jam, terselip cerita perjuangan yang menguras keringat. Siapa sangka, mahakarya visual ini digarap hanya dalam waktu dua minggu.

Di sela-sela padatnya jadwal kuliah, tim mahasiswa tata rias ini harus memutar otak merancang konsep, menjahit kostum, hingga memastikan headpiece raksasa mereka tetap seimbang dan nyaman dipakai berjalan jauh oleh para model.

"Tantangan terbesar adalah merealisasikan ide di kepala menjadi karya nyata yang sesuai dengan media yang tersedia di lapangan," ungkap Haris.

Rasa lelah itu terbayar lunas. Kemenangan ini menjadi momen emosional bagi tim UAB. Pasalnya, tahun lalu mereka harus pulang dengan tangan hampa di ajang yang sama.

"Alhamdulillah tahun ini bisa pecah telur dan meraih juara satu. Ini menjadi kebanggaan tersendiri. Namun, meraih sesuatu itu mungkin bisa didapat, mempertahankan yang sulit. Kami harus terus berinovasi," pungkasnya dengan mata berbinar.

Mengukuhkan Identitas Kreatif Surabaya

Surabaya Fashion Festival 2026 kembali membuktikan tajinya sebagai wadah berekspresi sekaligus pendorong roda ekonomi kreatif kota. Melibatkan desainer, perias, pelajar, mahasiswa, hingga UMKM lokal, acara ini menjadi etalase potensi besar warga Surabaya.

Selain UAB, panggung SFF 2026 juga menjadi saksi lahirnya jawara-jawara lain yang tak kalah kreatif:

Daftar Pemenang Surabaya Fashion Festival 2026

Peringkat / Kategori Pemenang
Juara I Universitas Adi Buana Surabaya
Juara II Universitas Negeri Surabaya (UNESA)
Juara III Universitas Negeri Malang
Best Costume SMP Negeri 19 Surabaya
Favorite Costume SMP Negeri 52 Surabaya

(Catatan: SMPN 57 turut mendapatkan apresiasi masuk dalam jajaran Best Costume).

Malam itu, Jalan Tunjungan bukan sekadar jalan raya. Ia menjadi kanvas tempat anak-anak muda Jawa Timur melukiskan imajinasi liar mereka, membuktikan bahwa kreativitas lokal mampu bersaing dan siap menjadi trendsetter di kancah nasional.


Berita Terbaru
Kategori Berita
Kemitraan Internasional
Monash University Universiti Teknologi Mara Hutech University of Technology International Cultural Communication Center Malaysia Maejo University Thepsatri Rajabhat University USSH Saint Louis University Institut Pendidikan Guru
Copyright © 2025 by Universitas PGRI Adi Buana Surabaya