Berita Kampus

June 19, 2026

SURABAYA — Gedung Graha Hasta Brata, Surabaya, disulap bak hutan magis pada Kamis (18/6/2026) malam. Ratusan pasang mata dibuat takjub oleh mahakarya tata rias karakter dan prostetik tingkat tinggi dalam ajang tahunan bergengsi, "Gelar Cipta Karya 2026".

Acara yang diinisiasi oleh Program Studi Pendidikan Vokasional Kesejahteraan Keluarga (PVKK) Tata Rias, FKIP Universitas Adi Buana Surabaya ini sukses menggabungkan seni kecantikan, pertunjukan teatrikal, dan kampanye pelestarian lingkungan hidup.

Mengusung tema besar "Indonesia's Forest Biodiversity in Art", para mahasiswa tingkat akhir ditantang untuk keluar dari zona nyaman tata rias konvensional. Mereka menerjemahkan kekayaan flora, fauna, dan mitologi hutan Nusantara ke dalam wujud special effects (SFX) makeup dan kostum fantasi yang memukau.

Menjelajah 4 Pulau Besar Lewat Seni Teatrikal Pertunjukan dikemas secara teatrikal dengan membagi panggung runway menjadi empat segmen epik yang mewakili pulau-pulau besar di Indonesia. Penonton dibawa menelusuri "The Magical Guardians of Java" yang mengangkat mitos Nyi Blorong dan pesona merak, melompat ke "Legends of the Sumatra Rain Forest" yang menampilkan wujud personifikasi megah dari Bunga Rafflesia Arnoldi dan Harimau Sumatera.

Tak berhenti di situ, perjalanan dilanjutkan ke "The Kingdom of Borneo" yang mengangkat kearifan lokal Panglima Burung dari Kalimantan, hingga ditutup dengan megah oleh segmen "Rona Eksotika Papua". Salah satu karya prostetik yang menjadi ikon dan centerpiece acara adalah karakter mutan laba-laba ungu bermata delapan yang tampil sangat detail dan realistis.

Edukasi Ekologi dan Keprofesian Selain menjadi ajang unjuk gigi pameran tugas akhir mahasiswa, Gelar Cipta Karya 2026 juga sarat akan pesan moral. Prosesi pembukaan ditandai dengan penyiraman "Pohon Kehidupan" oleh Rektor Universitas Adi Buana Surabaya, sebagai simbolisasi seruan kepada masyarakat untuk menjaga ekosistem hutan yang mulai terancam eksploitasi.

Acara yang dibanderol dengan Harga Tiket Masuk (HTM) Rp25.000 ini juga tidak melupakan aspek edukasi profesional. Sebelum malam puncak, panitia menghadirkan sesi seminar eksklusif bersama Zinat Lulu, seorang Profesional MUA sekaligus Founder Zilu Beauty Academy, yang membedah tuntas teknik dan prospek industri tata rias di masa depan.

Lahirnya Seniman Tata Rias Baru Puncak ketegangan terjadi saat dewan juri profesional mengumumkan karya-karya terbaik dari puluhan peserta yang tampil. Gelar Juara Umum 1 berhasil disabet oleh Idlom Ansori, disusul oleh Dewi Ramawati di posisi kedua, dan Umi Halmiah Wabun di tempat ketiga.

Ajang Gelar Cipta Karya 2026 ini kembali mengukuhkan posisi Universitas Adi Buana Surabaya sebagai kawah candradimuka bagi para seniman tata rias masa depan (MUA) di Jawa Timur. Lulusan PVKK Tata Rias membuktikan bahwa mereka tidak hanya piawai merias wajah, namun juga mampu menciptakan mahakarya seni prostetik berkelas yang sarat akan pesan pelestarian budaya dan alam Indonesia.


Berita Terbaru
Kategori Berita
Kemitraan Internasional
Monash University Universiti Teknologi Mara Hutech University of Technology International Cultural Communication Center Malaysia Maejo University Thepsatri Rajabhat University USSH Saint Louis University Institut Pendidikan Guru
Copyright © 2025 by Universitas PGRI Adi Buana Surabaya