
SURABAYA – Dalam upaya mempercepat transformasi pembangunan berbasis kewilayahan, jajaran pimpinan Universitas PGRI Adi Buana (UAB) melaksanakan agenda silaturahmi produktif bersama Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi pada Senin (11/5/2026). Pertemuan ini menjadi momentum krusial dalam memperkuat sinergi antara akademisi dan pemerintah pusat untuk kemajuan masyarakat pedesaan.
Diskusi yang berlangsung hangat tersebut menyoroti berbagai peluang kolaborasi, mulai dari penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), hilirisasi hasil penelitian kampus ke desa, hingga digitalisasi administrasi pedesaan. Pimpinan UAB menegaskan bahwa kampus bukan sekadar menara gading, melainkan mitra strategis pemerintah dalam menciptakan kemandirian ekonomi desa.
"UAB berkomitmen penuh menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara nyata. Pengabdian masyarakat bagi kami adalah ruh dalam menciptakan pembangunan berkelanjutan yang berbasis pada kebutuhan riil warga desa," ujar Dr. Untung Lasiyono, M.Si. Rektor UAB.
Salah satu poin utama yang dibahas adalah optimalisasi program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mahasiswa UAB diproyeksikan menjadi motor penggerak inovasi di lapangan melalui:
Pendampingan UMKM bertujuan untuk Transformasi produk lokal menuju pasar digital, Literasi Digital yang berguna untuk Edukasi teknologi informasi bagi aparatur dan pemuda desa, Penguatan Pendidikan yang merupakan Program pendampingan belajar untuk meningkatkan kualitas SDM sejak dini, hingga Inovasi Lingkungan berupa Pengembangan potensi wisata desa dan pengelolaan sumber daya alam yang bijak.
Melalui pertemuan ini, Universitas Adi Buana membuktikan posisinya sebagai perguruan tinggi unggulan di Jawa Timur yang responsif terhadap isu-isu nasional. Dengan adanya dukungan dari kementerian terkait, program-program pemberdayaan yang dijalankan UAB diharapkan memiliki skala dampak yang lebih luas dan terintegrasi secara nasional.
Langkah ini mempertegas dedikasi UAB dalam mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan keterampilan praktis untuk membangun bangsa, dimulai dari tingkat desa.