
SURABAYA – Sinergi antara praktisi sekolah dan akademisi perguruan tinggi semakin diperkuat di Kota Surabaya. Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMP Kota Surabaya sukses menggelar workshop bertajuk "Refleksi dan Penguatan Peran Guru BK yang Adaptif di Era Gen Z" pada Rabu, 15 April 2026. Bertempat di Ruang Ajar Gelar Prodi Seni Rupa, Universitas Adi Buana (UAB), acara ini menjadi momentum penting bagi guru BK SMP Negeri dan Swasta se-Surabaya untuk memperbarui strategi pelayanan mereka.
Penyelenggaraan workshop ini mendapatkan dukungan penuh dari Program Studi Bimbingan dan Konseling UAB. Sebagai salah satu pencetak tenaga konselor berkualitas, Prodi BK UAB berkomitmen untuk terus menjembatani teori akademik dengan praktik lapangan yang dinamis di sekolah. Hadir sebagai narasumber utama, Aniek Wirastania, S.Pd., M.Pd., dosen dari Prodi BK UAB, memaparkan strategi pendekatan psikologis yang relevan bagi siswa generasi Z.
Acara ini juga menjadi ajang "reuni" bagi para alumni yang kini telah sukses berkarier di sekolah-sekolah ternama di Surabaya. Salah satunya adalah Diah Retno Palupi, S.Pd., Guru BK dari SMP Giki II Kota Surabaya.
Sebagai alumni Prodi BK UAB, Palupi memberikan tanggapan positif mengenai perkembangan almamaternya. Ia menekankan bahwa lingkungan akademik UAB sangat mendukung pertumbuhan profesionalisme guru. "Saya merasakan betul bagaimana lingkungan kampus UAB khususnya Prodi Bimbingan dan Konseling sangat positif dan suportif. Suasana belajarnya sangat kondusif untuk mencetak calon konselor yang siap kerja. Bagi adik-adik siswa maupun rekan guru yang ingin melanjutkan studi, UAB adalah destinasi yang sangat layak dan direkomendasikan," ungkap Palupi di sela-sela kegiatan.
Ketua MGBK SMP Kota Surabaya, Bimo Prastyo, S.Pd., menyampaikan hal yang senada pada sambutannya. Menurutnya, kolaborasi dengan UAB memberikan landasan ilmiah yang kuat bagi para guru dalam menghadapi karakter unik siswa masa kini.
Workshop yang dipandu oleh Galih Wicaksono, S.Pd. dan Sari Arviani, M.Pd. ini juga mencakup agenda pengenalan Tes Bakat dan Minat. Alat uji ini menjadi instrumen penting bagi para guru BK dalam memetakan potensi peserta didik secara akurat sejak dini.
Dengan mengenakan seragam Batik MGBK terbaru, ratusan guru BK tampak antusias mengikuti jalannya acara. Sinergi ini membuktikan bahwa pendidikan di Surabaya, khususnya di bidang bimbingan konseling, terus bergerak maju dan adaptif terhadap perkembangan teknologi maupun sosial.