Berita Kampus

February 02, 2026

SIDOARJO, 29 Januari 2026 – Suasana SMP Negeri 2 Sidoarjo tampak lebih dinamis pada Kamis, 29 Januari 2026. Ratusan siswa berkumpul untuk menguji wawasan kebangsaan mereka dalam ajang Olimpiade Pendidikan Pancasila Tingkat Kabupaten Sidoarjo. Namun, ada yang berbeda dalam gelaran tahun ini: seluruh proses pengujian dilakukan secara digital, sebuah langkah konkret menuju era Society 5.0 sesuai dengan tema yang diusung pada spanduk kegiatan.

Keberhasilan transformasi digital dalam olimpiade ini tidak lepas dari peran strategis Program Studi S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Tim dari kampus yang populer dengan semangat inovasinya ini dipercaya sebagai motor penggerak di balik layar, mulai dari penyusunan instrumen soal hingga penyediaan aplikasi ujian yang digunakan para peserta.

Hadir langsung di lokasi acara, Ketua Program Studi PPKN Adi Buana, Suhartono, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa keterlibatan ini merupakan bentuk pengabdian nyata akademisi terhadap penguatan ideologi negara di tingkat sekolah menengah. "Kami ingin menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila sangat relevan dan bisa diadaptasi dalam platform digital. Melalui aplikasi ujian ini, kami menjamin akuntabilitas serta transparansi penilaian, sehingga siswa tidak hanya belajar konten, tapi juga beradaptasi dengan integritas digital," ujar Suhartono di sela-sela kesibukan memantau jalannya kompetisi.

Selain mengawal jalannya lomba, kehadiran perwakilan dosen PPKN Adi Buana juga membawa misi penguatan kompetensi guru. Dalam diskusinya bersama para guru pendamping tingkat SMP se-Kabupaten Sidoarjo, pihak prodi memberikan perhatian khusus pada aspek linieritas dan kualifikasi akademik tenaga pendidik.

Dosen perwakilan prodi mengajak para guru PPKN yang saat ini ijazahnya belum linier untuk segera memanfaatkan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di Adi Buana. Program ini memungkinkan pengalaman kerja guru diakui sebagai SKS, sehingga masa studi menjadi lebih singkat dan efisien. Tak hanya itu, bagi para guru yang ingin meningkatkan strata akademiknya, Adi Buana juga membuka pintu lebar untuk melanjutkan studi ke jenjang S2.

"Kualitas pendidikan siswa dimulai dari kualitas dan linieritas gurunya. Kami di Adi Buana siap memfasilitasi Bapak/Ibu guru melalui jalur RPL untuk mencapai linieritas ijazah maupun studi lanjut ke program magister (S2). Ini adalah investasi profesional yang penting di era pendidikan modern," ungkap Suhartono.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Dr. Ng. Tirto Adi, M.Pd., ini berlangsung sangat intensif. Dimulai dari registrasi pada pukul 07.00 WIB, para peserta melewati dua babak penyisihan sebelum akhirnya mencapai puncak final pada sore hari.

Langkah kolaboratif ini sejalan dengan visi prodi dalam mencetak calon pendidik yang inovatif serta mendukung rekan sejawat guru di lapangan. Pengalaman mengelola sistem ujian berskala kabupaten seperti ini menjadi bukti bahwa ekosistem pendidikan di Adi Buana dipersiapkan untuk menghadapi tantangan zaman. Bagi para praktisi pendidikan yang ingin berkembang secara profesional dan melek teknologi, kiprah nyata Prodi PPKN Adi Buana dalam agenda MGMP Sidoarjo ini menjadi jaminan kualitas kurikulum dan pelayanan yang mereka tawarkan.

Acara ditutup dengan seremoni pengumuman pemenang dan foto bersama pada pukul 15.30 WIB, menandai suksesnya kolaborasi antara praktisi pendidikan di Sidoarjo dengan pakar akademisi dari Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.


Berita Terbaru
Kategori Berita
Kemitraan Internasional
Monash University Universiti Teknologi Mara Hutech University of Technology International Cultural Communication Center Malaysia Maejo University Thepsatri Rajabhat University USSH Saint Louis University Institut Pendidikan Guru
Copyright © 2025 by Universitas PGRI Adi Buana Surabaya