Berita Kampus

November 13, 2025

Surabaya (13/11/2025) – Melihat peluang untuk pengembangan laboratorium sebagai salah satu bagian dari Profit Sharing, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya (UAB) menggelar workshop untuk para Kepala Laboratorium. Kegiatan ini bertujuan agar proses pendidikan dan proses pelatihan usaha dapat berjalan selaras untuk menciptakan keuntungan di keduanya.

Bertempat di Gedung Sarjijo Fakultas Teknik dan Sains (FTS) UAB, sebanyak 15 peserta lebih diberikan kesempatan bertemu langsung dengan narasumber dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Prof. Dr. Ir. Era Purwanto, M.Eng, yang merupakan guru besar di bidang Electric Drives, memberikan ilmunya secara lengkap kepada seluruh peserta pada Kamis (13/11).

Acara ini dibuka oleh Rektor UAB, Dr. Untung Lasiyono, SE., M.Si. Dalam sambutannya, beliau mengingatkan kepada seluruh peserta untuk serius menanggapi petunjuk-petunjuk dari narasumber. Menurutnya, tata kelola laboratorium tidak sebatas perencanaan organisasi saja, namun juga pelaksanaan operasional dan pengawasannya.

“Laboratorium di Fakultas ini diharapkan menjadi representasi usaha walaupun skalanya masih kecil. Menghasilkan luaran, baik itu berupa produk, modul jika memang bisa juga dibuatkan, bersyukur lagi kalau bisa mandiri dengan hasil uang dari penjualan produk-produk tersebut,” ujar Dr. Untung.

Ia menambahkan, "Pimpinan selalu akan mendukung setiap upaya apapun yang berujung pada produktivitas. Semoga peluang ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh peserta workshop."

Sebelum mengisi acara workshop, Prof. Era diajak berkeliling menyaksikan seluruh laboratorium yang dimiliki Fakultas Teknik dan Sains UAB. Beliau menyoroti banyaknya hasil-hasil Teknologi Tepat Guna (TTG) milik Teknik Industri yang potensial.

Prof. Era menghela nafas panjang saat melihat temuan tersebut dan menyatakan, "sayangnya tidak pernah dipatenkan." Kejadian ini berulang-ulang terus saat melihat laboratorium lain, seperti milik Teknik Elektro yang banyak menghasilkan panel-panel untuk praktikum kelistrikan.

“Laboratorium Biologi berpeluang besar menghasilkan uang dari praktikumnya itu. Teknik Industri sudah harus berproduksi craft, karena alat-alatnya lengkap. Teknik lingkungan betapa hebatnya pernah banyak memenangkan hibah untuk alat-alat penjernih air, namun sekarang harus fokus pada skala rumah tangga,” ungkap Prof. Era.

Beliau juga menambahkan agar prodi Statistika dan PWK bisa berkolaborasi untuk menghasilkan data serta model yang mudah dibaca, kaitannya dengan kesehatan, pemetaan, dan kependudukan.

"Tawarkan pada setiap institusi pemerintahan, dananya dapat diambilkan dari riset-riset dosen sehingga kemitraannya bisa berkelanjutan," sarannya. "Kata siapa cari mitra untuk riset dosen sulit? Pemda dan Pemkot akan bersedia jika biaya-biaya survey awal itu dari kita. Berikan data valid dan pengembangannya, kalau dirasa cukup memenuhi syarat, proyeknya akan datang sendiri."

Dekan FTS UAB, Dr. Suning, SE., MT, memberikan tanggapan setelah acara workshop berlangsung. Ia menyatakan akan segera membagi dan membuat tim riset sebagai bentuk follow up atas arahan narasumber.

“Harus dipetakan mana yang sangat fokus pada produksi untuk supply bagi UKM ataupun usaha lainnya. Roadshow juga harus dilakukan untuk industri-industri kita di sekitaran kampus, mencari celah dan peluang untuk membagikan kerjaan berupa kebutuhan produk yang bisa dibuat oleh laboratorium teknik," jelas Dr. Suning.

Menurutnya, hal ini menjadi pemicu mengingat alat-alat yang dimiliki FTS UAB, menurut narasumber, memang layak untuk berproduksi.

“Memang harus diawali dengan mengubah mindset, bahwa luaran mahasiswa yang berupa produk harus diakui juga sebagai hasil utama perkuliahan. Model bisnis canvas, model-model capstone design yang disampaikan oleh narasumber, betul-betul membuka mata kita bahwa teknik berpeluang untuk bisa menghasilkan banyak paten. Dan paten-paten inilah yang akan kita uangkan, agar bisa membantu kita berdikari,” tutup Suning. (*)


Berita Terbaru
Kategori Berita
Kemitraan Internasional
Monash University Universiti Teknologi Mara Hutech University of Technology International Cultural Communication Center Malaysia Maejo University Thepsatri Rajabhat University USSH Saint Louis University Institut Pendidikan Guru
Copyright © 2025 by Universitas PGRI Adi Buana Surabaya