
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas PGRI Adi Buana Surabaya kembali menunjukkan semangat kreatif dan kolaboratif dalam kegiatan Pagelaran Sendratasik yang diselenggarakan sebagai bagian dari tugas akhir mata kuliah Pendidikan Sendratasik. Acara ini berlangsung meriah dengan dihadiri oleh mahasiswa angkatan 2023 dan 2024, para wali murid, serta masyarakat umum dengan total kehadiran mencapai 181 orang.
Pagelaran ini menampilkan empat pertunjukan drama dari masing-masing kelas:
Kelas A: Radio Usang
Kelas B: Dewi Songgolangit
Kelas C: Legenda Kota Lombok: Putri Mandalika
Kelas D: Jaka Tarub dan Nawang Wulan
Keempat pertunjukan tersebut mengusung cerita yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyuguhkan nilai-nilai budaya dan pendidikan yang mendalam. Setiap drama disusun, dilatih, dan ditampilkan secara mandiri oleh para mahasiswa, menunjukkan kolaborasi tim yang kuat serta kemampuan mereka dalam menyajikan seni pertunjukan secara profesional.
Menurut Lisa Alistiana, S.Pd., M.Pd., dosen pengampu mata kuliah ini, tujuan utama dari pagelaran Sendratasik bukan sekadar menampilkan karya seni, melainkan untuk:
Membekali mahasiswa PGSD tidak hanya dengan penguasaan teori seni, tetapi juga kemampuan untuk mengimplementasikannya dalam konteks pembelajaran di sekolah dasar.
Menumbuhkan nilai-nilai penting seperti kolaborasi, tanggung jawab, kreativitas, dan kedisiplinan — kompetensi esensial dalam dunia pendidikan.
Mewujudkan pembelajaran berbasis proyek yang memberi ruang ekspresi bagi mahasiswa secara aktif dan kreatif.
Dengan kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi guru yang tidak hanya cakap dalam menyampaikan materi pelajaran, namun juga mampu menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa melalui pendekatan seni dan budaya.
Pagelaran Sendratasik menjadi bukti nyata bahwa seni bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran yang kaya nilai dan makna, yang mendukung pengembangan kompetensi guru masa depan.