
Surabaya, 19 Juli 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas PGRI Adi Buana Surabaya (Adi Buana) kembali menunjukkan kiprah akademiknya di tingkat internasional melalui penyelenggaraan International Conference on Economics, Business, and Accounting (ICEBA) 2025. Mengusung tema “The Implication of the Use of Artificial Intelligence in Economics, Management, and Accounting,” konferensi ini diikuti oleh 244 peserta dari berbagai institusi nasional dan internasional.
ICEBA 2025 digelar secara daring melalui Zoom dan dipusatkan di lantai 4 Gedung Soelaiman Joesoef, kampus utama Adi Buana. Uniknya, konferensi ini digerakkan oleh sinergi mahasiswa melalui kolaborasi aktif SEMA FEB, KOPMA FEB, HIMA Manajemen, dan HIMA Akuntansi, dengan dukungan penuh dari sivitas akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Acara resmi dibuka oleh Rektor Adi Buana yang mengapresiasi semangat kolaboratif mahasiswa dan menyebut ICEBA sebagai momentum penting untuk meneguhkan posisi Adi Buana dalam ekosistem pendidikan tinggi berbasis teknologi dan kewirausahaan global.
Empat narasumber internasional turut hadir dan menyampaikan gagasan strategis mengenai integrasi teknologi kecerdasan buatan dalam bidang ekonomi:
Aswin Juniarto, S.Sn., M.M. – CEO Koff and Gold Animation Studio
Dr. Yohanes Sri Guntur, S.E., M.Si. – Universidade Da Paz, Dili
Dr. Sàndor Gàspàr – Hungarian University of Agriculture and Life Sciences
Dr. Kamarudin Othman – Universiti Teknologi MARA (UiTM) Kedah, Malaysia
Materi yang disampaikan membahas transformasi digital dalam akuntansi, inovasi manajemen berbasis AI, hingga etika kecerdasan buatan dalam praktik bisnis modern. Ketua pelaksana ICEBA 2025 menyatakan bahwa keterlibatan organisasi mahasiswa dalam skala internasional ini menjadi bukti konkret bahwa generasi muda Adi Buana siap berperan di kancah global melalui kegiatan ilmiah yang inovatif dan kolaboratif.
ICEBA 2025 membuktikan bahwa Adi Buana tidak hanya fokus pada penguatan akademik, tetapi juga membangun karakter kepemimpinan dan daya saing mahasiswa dalam menghadapi era industri 5.0.