Berita Kampus

June 18, 2025

Surabaya (Berita Kampus) – Saat pembekalan pejabat struktural yang akan dilantik, pimpinan membekali para calon pejabat dengan tiga materi ampuh, dalam jabatan periode 2025-2030. Tidak sembarangan, pematerinya dari  Badan Penyelenggara, Dewan Penyantun serta Ketua PGRI Jawa Timur. Menempati Graha Hasta Brata (GHB) sebanyak 120 calon pejabat, diberikan bekal materi pada Rabu (18/6) hingga petang hari. Materi ampuh yang diberikan pimpinan, meliputi; Motivasi & Kebersamaan dalam Tugas Bagi Calon Pejabat Baru, Program dan Target Capaian, Etika dan Tata Krama Tugas.

Rektor dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa pembekalan dilaksanakan dengan maksud dan tujuan agar para pejabat yang akan melaksanakan tugas dan tanggung jawab mendapatkan bekal, bagaimana selayaknya pejabat dapat memberikan layanan yang sebaik-baiknya kepada semua pihak yang membutuhkan.

“Kita tidak boleh menyerah dengan berbagai tantangan, karena jika kita sudah punya modal solid dan kompak, maka niscaya tantangan yang kita hadapi pasti teratasi.  Dengan kalimat Terbang Bersama dalam Sinergi dan Kolaborasi kita akan mampu menuju kejayaan. Oleh karena itu Sinergi dan Kolaborasi haruslah terus kitalakukan tanpa melihat latar belakang Program Studi, Fakultas, lembaga dan Unit,” terang rektor Dr. Untung Lasiyono, SE., M.Si dalam sambutannya.

Berhasil Sendiri Adalah Prestasi, Tapi Berhasil Bersama Adalah Legacy

Sebuah quote yang dilontarkan oleh Badan Penyelengara merupakan materi ampuh pertama. Kalimat tersebut yaitu Berhasil Sendiri Adalah Prestasi, Tapi Berhasil Bersama Adalah Legacy. Tentu legacy yang mau disampaikan disini bahwa ketika Adi Buana dapat berhasil mencapai target mahasiswa barunya terpenuhi, ini adalah sebuah legacy yang diterjemahkan sebagai warisan atau peninggalan, yang maknanya bisa lebih luas dari sekadar harta benda atau aset material, mencakup juga nilai-nilai, pengalaman, dan juga pengaruh yang ditinggalkan pada periode-periode kepemimpinan berikutnya, tentu wujud kejayaan itu terbuktikan.

“Kepemimpinan bukan tentang gelar, jabatan, atau bagan struktur. Kepemimpinan adalah tentang satu kehidupan yang mempengaruhi kehidupan yang lain. Kita tahu bahwa universitas adalah ekosistem peradaban dan perlu diingat bahwa saudara yang menjabat dalam jabatan struktural adalah Navigator Nilai, bukan sekedar pelaksana administratif,” pesan Drs. H. Sutijono, MM selaku Ketua Badan Penyelenggara.

 Program dan Target Capaian, Build The Future Today

Materi ampuh berikutnya dari Dewan Penyantun. Build The Future Today. Prof Toho sangat keras dalam mengawali materinya, Kita semua mau berubah atau sepuluh tahun lagi kita tenggelam. Program dan target capaian harus dibangun bahkan disimulasikan dari sekarang. Membangun masa depan dari hari ini, bahkan nilai-nilai inti benar-benar diulas oleh Prof Toho. Berintegritas, menjunjung tinggi kejujuran, etika dan tanggung jawab. Inovasi berlandaskan kreativitas yang sangat beradaptasi dengan perubahan. Lanjutkan dengan sikap Entrepreneurship yang berani mengambil inisiatif dan peluang. Kolaborasi, membangun sinergi lintas disiplin dan pemangku kepentingan. Sustainability, mengedepankan keberlenjutan ekonomi, sosial dan lingkungan.

“Pentingya kita untuk bertransformasi. Dari student fee yang berupa SPP sentris berubah menuju mandiri dan kolaboratif. Dari Akademik murni menuju akademik plus impact sosial-ekonomi. Dari pengelolaan administrative menuju kepemimpinan visioner dan out of the box. Rektor, Dekan, Pimpinan selingkungan Adi Buana menjadi actor perubahan, mendorong inovasi dan memberi ruang bagi eksperimen dan pilot project,” terang Prof. Drs. Toho Cholik Mutohir, MA., Ph.D

Etika dan Tatakrama Tugas

Quote menarik berikutnya dari Drs. H. Djoko Adi Walujo, ST, MM, DBA yang merupakan ketua PGRI Wilayah Jawa Timur, kalimat itu berupa Moral Etika Mengawal Kualita. Bertugas sebagai pelayan untuk konsumen, maka harus tidak ada komplain, tidak ada kesalahan berupa kecacatan. Zero Deffect, Zero Accident and Zero Complaints. Menjaga kualitas layanan sebagai tanggung jawab moral dalam memberikan segala kepuasan kepada pelanggan, seluruh stakeholder dan masyarakat harus merasakan dan membicarakan Adi Buana dari segi layanan primanya.

Moral Ethic pertama dalam paparan saya, berupa premis yang berbunyi gratias vobis ago itu dimaknai sebagai saya berterima kasih kepada anda. Bahwa orang yang sopan itu, adalah orang yang selalu berterima kasih. Jika ada mahasiswa yang mengucapkan terima kasih kepada seorang dosen, bukti bahwa etika dan tatakrama dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, dosen itu bernilai tinggi. Berikutnya adalah Pacta Sunt Servanda, yaitu perjanjian harus dipenuhi, bukti bahwa pendidik harus memenuhi seluruh janjinya kepada mahasiswa. Selanjutnya yang tidak kalah penting adalah Quality Assurance, itu seperti garis tangan, yaitu suatu keharusan. Memberikan jaminan mutu tak hanya perlu, namun keharusan mengalir sesuai tanggung jawab tugas yang dibebankan pada pejabat itu,” tutup Bapak Djoko.  (*)


Berita Terbaru
Kategori Berita
Kemitraan Internasional
Monash University Universiti Teknologi Mara Hutech University of Technology International Cultural Communication Center Malaysia Maejo University Thepsatri Rajabhat University USSH Saint Louis University Institut Pendidikan Guru
Copyright © 2025 by Universitas PGRI Adi Buana Surabaya