
Surabaya (Berita Kampus) – Puncak Dies Natalis Ke-54 Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, ditandai dengan upacara bendera. Hal ini menjadi agenda rutin sekaligus memperingati Hari Kebangkitan Nasional Ke-117. Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat. Tema ini menjadi seruan untuk seluruh masyarakat Indonesia agar bersama-sama bangkit dari berbagai tantangan, baik sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Sangat relevan dengan tema Dies kali ini, Cingak Adi Buana. Cipta Inovasi Nan Gemilang Anak Kampus. Bahwa semua Civitas Akademica diharapkan bangkit untuk menciptakan prestasi terbaiknya melalui inovasi-inovasi Tridarma Perguruan Tinggi dalam upaya memperkuat dan mencetak SDM berkualitas bagi generasi emas Indonesia. Tepatnya, Selasa (20/5) upacara bendera sekaligus dibarengi dengan pelantikan wakil rektor masa jabatan 2025-2030, pembuktian bahwa universitas ini siap untuk mengejar kejayaannya dengan melengkapi struktur organisasi secara cepat.
Rangkaian kegiatan Dies Natalis Ke-54 tidak terlepas dari aktivitas Tridarma dan promosi. Kegiatan yang bersifat tetap/rutin juga tidak ditinggalkan. Aktivitas seperti wisuda semester gasal, jalan sehat, ziarah makam pendiri, sarasehan, upacara dan seminar-seminar baik nasional maupun regional dijadwalkan secara rapi hingga akhir Juni 2025.
Fokus Tingkatkan Kualitas SDM
Rektor menguatkan prinsip dasar pengelolaan perguruan tingginya melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia. Tingkatkan kualitas SDM bagi masyarakat dengan langkah mempermudah kesempatan untuk bisa mengenyam pendidikan tinggi. Dr. Untung Lasiyono. MSi menawarkan banyak kemudahan bagi masyarakat untuk dapat kuliah pada jenjang S-1 maupun S-2. Tentu juga harus tetap mengedepankan mutu dan martabat. Secara khusus fokus peningkatan kualitas SDM bagi internal warga kampus, dengan langkah mendorong para dosen untuk dapat melanjutkan kuliah hingga jenjang doktoral serta mengawal proses peningkatan jabatan akademik dosen.
“Universitas PGRI Adi Buana Surabaya membuka kesempatan bagi masyarakat untuk bisa kuliah. Kami memiliki banyak program. Di antaranya, RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau), hybrid, dan online/virtual. Bahkan fasilitas pembelajaran di kampus sangat lengkap. Terbaru kami memiliki Smart Class Room,” terang Dr Untung.

Pelantikan Wakil Rektor Masa Jabatan 2025-2030
Usai melaksanakan upacara bendera di lapangan Semangat PAGI. Seluruh dosen dan tenaga kependidikan mengikuti pelantikan wakil rektor. Badan penyelenggara menerangkan bahwa untuk melengkapi kinerja rektor, maka secepatnya harus segera di lantik wakil rektor. Sesuai tahapan proses seleksi wakil rektor, maka diputuskan 20 Mei menjadi pilihan waktu pelantikan. Hal ini diharapkan agar mempercepat langkah kerja kampus ini, agar tidak ketinggalan dengan kampus yang lain.
“Kami berharap jajaran rektorat lebih responsif, cerdas, dan adaktif. Tentu saja ini bukan pekerjaan ringan sehingga jajarana rektorat harus kerja sama yang solid dan kompak,” terang Ketua PPLP PT PGRI Surabaya Drs. H. Sutijono MM.
Dr. Reza Rahmadtullah, S.Pd., M.Pd dilantik sebagai wakil rektor 1 bidang akademik, Riset dan Inovasi. Kemudian Drs. H. Sugito, ST., MT dilantik sebagai wakil rektor 2 bidang sumber daya dan keuangan. Kemudian Dr. Luqmanul Hakim, S.Or., M.Pd dilantik sebagai wakil rektor 3 bidang kemahasiswaan, kerjasama dan kewirausahaan.
Perubahan Gelora Menjadi Graha Hasta Brata
Momen Dies Natalis selalu menjadi pilihan untuk tercetusnya hal-hal baru. Salah satunya yaitu perubahan Gelora Hasta Brata menjadi Graha Hasta Brata. Hasta Brata adalah istilah yang berasal dari bahasa Sansekerta, dengan "Hasta" berarti delapan dan "Brata" berarti laku atau tindakan. Secara keseluruhan, Hasta Brata melambangkan kepemimpinan ideal yang mencakup delapan sifat atau watak yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Sifat-sifat ini, yang dihubungkan dengan unsur-unsur alam seperti bumi, matahari, api, samudra, langit, angin, bulan, dan bintang, menjadi dasar bagi kepemimpinan yang bertanggung jawab dan efektif.
Penuturan Bapak Sutijono, bahwa Hasta Brata mewakili 8 pendiri universitas ini. Hasta Brata mengajarkan bahwa seorang pemimpin harus memiliki sifat-sifat yang kuat dan positif untuk dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Pemimpin tersebut menjadi teladan bagi masyarakat. Tentu selain pemimpin yang mengedepankan konsep MMS (Mutu, Martabat, Sejahtera), warisan Hasta Brata menjadi pesan bagi pemimpin tentang pentingnya integritas, keadilan, dan tanggung jawab. (*)