
Sidoarjo (Berita Kampus) – Dalam rangka mendorong transformasi pendidikan di era digital, Para Dosen Program Studi PGSD Universitas PGRI Adi Buana Surabaya kepada 35 orang guru Sekolah Dasar se-Kecamatan Tarik mengikuti kegiatan pelatihan peningkatan kompetensi pembelajaran inovatif berbasis IT yang digelar pada Rabu (28/5) di SDN Klanthingsari 1, Kecamatan Tarik. Kegiatan ini mengusung tema “Pembelajaran Inovatif Berbasis IT sebagai Penguat Deep Learning” dengan memperkenalkan platform OLABS sebagai media utama. OLABS (https://www.olabs.edu.in/) merupakan platform laboratorium virtual interaktif yang dirancang untuk menunjang pembelajaran berbagai mata pelajaran seperti IPA, IPS, Matematika, dan Bahasa. Melalui media ini, siswa dan guru dapat melakukan simulasi eksperimen, eksplorasi konsep, dan penguatan materi pelajaran secara digital dan menarik.
Pelatihan ini menghadirkan salah satu narasumber Ibu Dr. Rosmiati, M.Pd., seorang dosen Program Studi PGSD Universitas PGRI Adi Buana Surabaya yang ahli media pembelajaran dan praktisi berpikir reflektif. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi pendidikan yang mampu membangkitkan deep learning atau pembelajaran mendalam, yakni proses belajar yang tidak hanya memahami permukaan materi, tetapi mampu membangun pemahaman konseptual dan reflektif yang kuat.

Para guru peserta pelatihan tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari pengenalan platform, praktik penggunaan melalui laptop dan smartphone, hingga eksplorasi fitur-fitur unggulan OLABS. “Kami baru pertama kali mengenal OLABS. Ternyata sangat interaktif dan menyenangkan. Anak-anak pasti suka jika ini digunakan di kelas,” ujar salah satu peserta pelatihan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru di Kecamatan Tarik semakin terampil memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari strategi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21. OLABS sendiri menjadi salah satu solusi yang dapat memperkuat kemampuan guru dalam menyampaikan materi secara kontekstual, menarik, dan bermakna. Kegiatan ditutup dengan diskusi reflektif dan rencana tindak lanjut implementasi OLABS di masing-masing sekolah. Semangat guru-guru yang tinggi menunjukkan bahwa transformasi pendidikan digital bukan lagi mimpi, melainkan komitmen nyata yang terus diwujudkan di ruang-ruang kelas dasar. (*Ros)
