
Surabaya, 2 Mei 2025 — Dunia pendidikan Indonesia menghadapi tantangan dan peluang besar di tengah derasnya arus digitalisasi. Pakar Pendidikan Dasar Universitas PGRI Adi Buana Surabaya (Unipa Surabaya), Dr. Reza Rachmadtullah, M.Pd., menyampaikan pandangan kritis dan reflektif mengenai pentingnya penguatan peran pendidikan di era digital, dalam sesi wawancara khusus di Radio Klik FM Surabaya, Jumat (2/5).
Mengangkat tema “Peran Pendidikan di Era Digital”, Dr. Reza menyoroti pentingnya penguasaan literasi digital oleh para guru dan siswa. Dalam pandangannya, literasi digital bukan hanya soal kemampuan mengoperasikan teknologi, tetapi juga mencakup aspek etika, keamanan, kreativitas, dan tanggung jawab dalam menggunakan informasi.
“Guru hari ini tidak cukup hanya menjadi pengajar, tetapi harus menjadi fasilitator, inovator, dan pengarah digital. Begitu pula siswa, harus mampu menyaring informasi dan memanfaatkannya untuk belajar secara mandiri dan produktif,” jelas Dr. Reza.
Ia juga mengingatkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan tidak serta-merta membawa dampak positif jika tidak dibarengi dengan kontrol dan pengawasan yang memadai. “Teknologi dalam pendidikan harus dikawal agar tetap berada di jalur pembelajaran yang sehat. Tanpa pendampingan yang tepat, ada risiko besar disinformasi, ketergantungan, bahkan degradasi nilai-nilai karakter,” tegasnya.

Selain itu, Dr. Reza menggarisbawahi bahwa tanggung jawab mendidik tidak bisa hanya dibebankan pada sekolah atau guru semata. Menurutnya, peran orang tua dan masyarakat sangat strategis, terlebih di era digital yang penuh dengan gangguan dan godaan. “Masa depan pendidikan anak-anak kita adalah tanggung jawab kolektif. Peran orang tua dalam mendampingi dan mengarahkan anak di rumah sangat menentukan, karena pendidikan karakter sejati tumbuh dari lingkungan terdekat,” tambahnya.
Menutup sesi wawancara, Dr. Reza menyampaikan harapan dan optimisme terhadap masa depan pendidikan Indonesia. Ia percaya bahwa jika seluruh elemen bangsa—pendidik, orang tua, masyarakat, dan pemerintah—bersinergi dalam membangun ekosistem pendidikan digital yang inklusif dan adaptif, maka Indonesia akan mampu melahirkan generasi yang tangguh, cerdas, dan berdaya saing global.
“Optimisme harus terus kita nyalakan. Digitalisasi bukan ancaman, melainkan peluang untuk melakukan lompatan kemajuan pendidikan. Namun, itu hanya bisa dicapai jika semua pihak bergerak bersama,” pungkasnya.
Kehadiran Dr. Reza di Radio Klik FM menjadi bagian dari upaya memperluas literasi publik tentang arah dan transformasi pendidikan nasional di era digital. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi menjadi bagian aktif dalam membentuk masa depan pendidikan Indonesia.(*)