
Surabaya (Berita Kampus) – Sambutannya diwarnai dengan tangisan, tentu ini sebuah kisah yang sangat dramatis bagi rektor ketujuh ini, Dr. Untung Lasiyono, SE., M.Si memang benar-benar asli alumni IKIP PGRI Surabaya yang berubah menjadi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Keterharuan beliau mungkin teringat masa-masa sulit dalam proses pembelajaran di kampus besar yang saat ini berusia 54 tahun. Karir yang beliau tempuh juga tidak mudah, pengalamannya menempati pucuk pimpinan di universitas tercatat paling sering dan paling lama, di berbagai level. Mulai dari Dekan, Wakil Rektor hingga puncaknya dilantik sebagai Rektor pada Senin kemarin (21/4). Begitupun mekanisme dalam proses pemilihan rektor, Bapak Untung juga telah melewati 3 tahapan, hingga akhirnya resmi ditetapkan sebagai rektor masa jabatan 2025-2030.
Proses pelantikan dihadiri kolega dan para pejabat di Jawa Timur. Kepala Layanan Lembaga Pendidikan Tinggi Wilayah VII, Prof. Dr. Dyah Sawitri, SE., MM juga diberikan kesempatan untuk memberikan sambutan. Diluar itu ucapan selamat dari Pangdam V Brawijaya hingga dari kampus Maejo University Thailand juga ditayangkan secara paralel di depan para undangan. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Badan Penyelenggara, dan disaksikan langsung oleh Ketua PGRI Jawa Timur.
Kemajuan SDM Jadi Prioritas
’’Untuk makin memajukan kampus, kami akan melakukan beberapa langkah. Utamanya, penguatan sumber daya manusia (SDM) baik dosen, tenaga pendidik, maupun mahasiswa. Dosen didorong untuk meningkatkan jenjang studi formalnya. Kami harap, dosen bisa mendapat gelar doktor atau guru besar. Selain itu juga jabatan akademiknya naik ke lektor kepala,” ujar Untung
Diharapkan juga Universitas PGRI Adi Buana mampu menjadi universitas jujukan semua elemen mahasiswa, mulai dari mahasiswa reguler atau yang bekerja. ’’Pendidikan terbaik adalah hak semua orang. Kami memberikan kemudahan kepada calon mahasiswa dengan masa studi lebih pendek. Untuk yang kelas Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bisa 2 semester, lalu yang reguler 7 semester bisa lulus,” imbuh Untung.
Pelibatan Semua Sivitas dalam Pemilihan Rektor
Ketua Badan Penyelenggara, Drs. H. Sutijono, MM menceritakan secara tegas kepada awak media yang hadir dalam pelantikan. Bahwa dalam pemilihan rektor ini sudah diatur dalam statuta dan dengan melibatkan semua sivitas akademika.
“Dosen, tenaga pendidikan (tendik) dan perwakilan mahasiswa telah diminta untuk memberikan pertimbangan dan memilih calon rektor yang dikehendaki. Hal ini khusus terhadap dosen-dosen yang telah memenuhi syarat. Kemudian dilanjutkan dengan pertimbangan dan penilaian senat akademik dengan instrumen yang telah dibuat oleh panitia ad hoc,” terang Sutijono.
Dari proses keterlibatan sivitas akademika dan pertimbangan dari senat akademik dilanjutkan hingga pada rapat internal Badan Penyelenggara. Proses tersebut telah dilalui oleh Dr. Untung Lasiyono, SE., M.Si yang juga alumni asli Universitas ini, sehingga beliau terpilih menjadi rektor masa jabatan 2025-2030. Harapan baik juga dilambungkan oleh Sutijono. ’’Teruskan hal-hal baik, lakukan inovasi, dan torehkan prestasi. Semoga ke depan Universitas PGRI Adi Buana menjadi kampus yang makin maju,” ujar Sutijono. (*)