Berita Kampus

April 10, 2025

Surabaya (Berita Kampus) – Gelora Hasta Brata (GHB) sontak penuh suara tawa para peserta Halalbihalal Idul Fitri 1446 Hijriyah, hal ini disebabkan oleh lucunya materi ceramah yang dibawakan oleh muballigh nasional asal Sidoarjo. KH. Sya’roni Fadlan yang merupakan pengisi ceramah rutin di salah satu stasiun televisi lokal Jawa Timur JTV. Halalbihalal keluarga besar Universitas PGRI Adi Buana Surabaya berlangsung Rabu (9/4) mengambil tema sucikan hati dengan saling memaafkan lahir & batin. Peserta yang merupakan sivitas akademika kampus, hampir sekitaran 360 undangan, sangat terhibur dengan materi yang dibawakan penceramah. Yai Sya’roni membahas secara detail Surat Ali Imron ayat 133-134 sebagai pesan moral dalam acara Halalbihalal ini. Tausiyah tersebut menjelaskan ciri-ciri orang bertakwa, Berinfak di waktu lapang dan sempit, Menahan amarah, Memaafkan kesalahan orang lain, Selalu berbuat baik.

Bersegera Meraih Ampunan Allah SWT

“Dan bersegeralah dengan ketaatan kalian kepada Allah dan rosulNya supaya kalian bisa meraih ampunan yang agung dari Tuhan kalian dan surga yang luas, luasnya seluas langit dan bumi, Allah menyiapkannya untuk orang-orang yang bertaqwa,” ungkap KH. Sya’roni

Gambaran yang disampaikan abah yai, bahwa kebahagian tidak dapat diukur dengan uang, bahkan beliau mempraktekannya dengan menaruh lembaran uang seratus ribuan diselah-selah kopyahnya. Hal ini yang membuat gelak tawa para undangan, beliau menambahkan pesan moral bahwa banyak uang belum tentu hatinya tenteram dan nyaman. Bahkan beliau memberikan contoh para artis yang sudah berkecukupan dan bergelimang harta, juga pada akhirnya rumah tangga mengalami perceraian.

Hadir juga sebagai pelantum ayat-ayat suci Al-Qur’an yang merupakan Juara 2 MTQ Nasional. Ustadz Akhmad Ainur Roziqin, S.I.Kom merupakan juga pengurus Wilayah  IPNU Jawa Timur periode 2021 sebagai koordinator Departemen Dakwah. Surat yang dilantumkan merupakan Ali-Imron ayat 133-135, yang kemudian dibahas secara detail dalam tausiyah KH. Sya’roni.

Kampus Perjuangan Pendiri Sejak Tahun 1971

Pesan yang disampaikan Badan Penyelenggara, Drs. H. Sutijono, MM selaku Ketua PPLP PT PGRI Surabaya dalam sambutannya diawali dengan permohonan petuah dan wejangan kepada kyai, atas perjuangan kampus yang telah berdiri sejak tahun 1971 dalam menghadapi tantang besar untuk mencari mahasiswa baru di era PTN BH yang merupakan perguruan tinggi yang didirikan pemerintah dan memiliki otonomi penuh dalam pengelolaan, tentunya persaingan untuk mendapatkan mahasiswa baru bagi kampus swasta semakin sedikit serapannya.

Beliau juga meminta kepada seluruh jajaran, bahwa setelah merayakan hari raya Idul Fitri, setelah pelaksanaan pemilihan rektor untuk semua bisa kembali bekerja melakukan aktivitas semula. Pekerjaan Tridharma Perguruan Tinggi, PMB dan akreditasi bagi Program Studi dan Institusi harus dikejar. “Mohon nanti setelah ganti pimpinan, tetap memperjuangkan visi-misi dan program yang telah dibuat, serta Renstra dan Renop yang telah dibuat harus konsisten diperjuangkan,” terang Bapak Sutijono.

Sambutan rektor, Prof. Dr. Hartono, M.Si lebih mengulas rangkaian prosesi Halalbihalal yang diawali dengan proses memaafkan jajaran pimpinan di Universitas. Hal ini dapat diartikan sebagai ketulusan dan keihklasan hati, sebagai wujud manusia yang tidak terlepas dari kesalahan. Momen ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kinerja, karena sesama rekan sejawat telah memiliki ikatan keikhlasan untuk saling membantu pada masa yang akan datang.

“Kita kembali Fitri, tentu makna ini harus kita teruskan dan kita kuatkan kerjasama kita di lingkungan UNIPA Surabaya. Sehingga saya yakin UNIPA ini bisa besar karena dari kekompakan kita semua, baik pada ranah pimpinan Perkumpulan, Rektorat, Dekanat, Biro dan Lembaga, Fakultas hingga Program Studi,” jelas rektor.

Makna yang diraih dalam Halalbihalal tahun 2025 begitu besar bagi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, proses pengendalian diri, permohonan ampunan, proses beramal dalam koridur kehidupan kampus, akan selalu menjadi wejangan yang diingat para undangan selaku sivitas akademika. Kesucian hatilah, keseimbangan hati dan pikiran dapat membantu seseorang bekerja dengan baik dan ikhlas, sehingga berkontribusi pada kinerja organisasi yang positif. Hal ini merupakan bagian penting dalam sukses mencapai Visi-Misi universitas kedepannya. (*)


Berita Terbaru
Kategori Berita
Kemitraan Internasional
Monash University Universiti Teknologi Mara Hutech University of Technology International Cultural Communication Center Malaysia Maejo University Thepsatri Rajabhat University USSH Saint Louis University Institut Pendidikan Guru
Copyright © 2025 by Universitas PGRI Adi Buana Surabaya