Berita Kampus

March 18, 2025

Surabaya (Berita Kampus) – Peringatan Nuzulul Qur’an dengan tema Keindahan Ramadhan Menjadi Cahaya Dibulan Kasih Sayang Dan Kebajikan, dilaksanakan di Masjid Luhur komplek Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Senin (17/3). Kajian dalam peringatan ini, mendatangkan ustadz  KH. Moh. Bukhori, LC., MHI yang merupakan pengasuh Majlis Taklim Al-Inayah Jatikalang Krian Sidoarjo. Ulasan bahwa membaca Al-Qur’an menambah ketenangan jiwa. Al-Qur'an membawa ketenangan bagi pembacanya. Penceramah menyampaikan bahwa dalam Surah Ar-Ra’d (13:28) Allah berfirman, "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang." Membaca Al-Qur'an dapat menenangkan perasaan, menghilangkan kegelisahan, dan memberi ketentraman di dalam hati. Seluruh jamaah yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa dari Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI), berasa seperti di charge kembali daya ingatnya untuk selalu mengingat Al-Qur’an agar mendapatkan banyak syafaat (pertolongan) di akhirat nanti.

Rektor, Prof. Dr. Hartono, M.Si dalam sambutannya mendoakan para jamaah yang turut serta dalam berkegiatan kali ini, senantiasa mendapatkan kemudahan dari Allah SWT, serta dicatat sebagai amal ibadah. Beliau juga memberikan apresiasi untuk Unit Kegiatan Mahasiswa UKKI, atas dedikasinya dalam peringatan-peringatan hari besar keagamaan Islam, dengan berbagai acara kajian intelektual di kampus Semangat PAGI.

“Kekompakan anggota UKKI dan para jamaah masjid Luhur dalam kegiatan ini menjadi aktivitas yang baik. Pada prinsipnya acara seperti ini adalah untuk mengingatkan kita bersama, agar kita semua sebagai umat muslim bisa mensyukuri nikmat Allah SWT dan kita semua juga siap untuk memberi keteladanan kebaikan, khususnya di lingkungan Unipa Surabaya,” ungkap Prof. Hartono.

Penceramah dalam peringatan Nuzulul Qur’an ini melakukan kajian terhadap keluhan Rasulullah. Beliau menjelaskan dalam Surat Al-Furqan ayat 30. Ayat ini merupakan keluhan Rasulullah Muhammad SAW kepada Allah, mengungkapkan bahwa sebagian umat manusia, khususnya kaumnya, telah menjadikan Al-Qur'an sebagai sesuatu yang diabaikan atau tidak dipedulikan. Ayat ini berbicara tentang wahyu Al-Qur'an dalam konteks penerimaan dan pengabaian umat terhadap wahyu tersebut.

“Saya artikan Surat Al-Furqan ayat 30, Dan berkata Rasul: “Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur'an ini suatu yang tidak dihiraukan” itu berlangsung sekitar 1500 tahun yang lalu. Dan akhir zaman seperti sekarang, kita akan mengalami masalah seperti itu. Apalagi dengan jaman digital, maka kencenderunga memegang HP lebih besar porsinya daripada memegang Al-Qur’an,” ucap KH Bukhori.

Konteks pengabaian terhadap Al-Qur’an. Pencermah menceritakan bahwa pada ayat tersebut menggambarkan kondisi umat manusia, khususnya pada masa awal dakwah Rasulullah, yang banyak di antara mereka yang mengabaikan atau tidak mengindahkan wahyu Al-Qur'an. Ini bisa berarti mereka tidak membaca, tidak memahami, bahkan tidak mengamalkan wahyu yang telah diturunkan.

Al-Qur’an sebagai wahyu yang sempurna serta sebagai petunjuk hidup. Al-Qur'an yang diturunkan kepada Rasulullah adalah wahyu yang sempurna dan menyeluruh, memberikan petunjuk hidup dalam segala aspek kehidupan manusia. Dalam ayat ini, Rasulullah mengeluhkan kenyataan bahwa banyak orang yang tidak memanfaatkan Al-Qur'an sebagaimana mestinya. Al-Qur'an adalah wahyu yang mencakup berbagai ilmu, hukum, akhlak, dan petunjuk yang relevan untuk semua zaman. Namun, sebagian orang mengabaikannya dan tidak menganggapnya sebagai petunjuk hidup yang penting. (*)


Berita Terbaru
Kategori Berita
Kemitraan Internasional
Monash University Universiti Teknologi Mara Hutech University of Technology International Cultural Communication Center Malaysia Maejo University Thepsatri Rajabhat University USSH Saint Louis University Institut Pendidikan Guru
Copyright © 2025 by Universitas PGRI Adi Buana Surabaya