
Surabaya (Berita Kampus) – Hadirkan dua dosen saat kuliah perdana, yaitu dari Universiti Teknikal Malaysia Malaka dan Universitas Negeri Malang, Indonesia. Kuliah tamu internasional memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat bagaimana teknologi pendidikan diterapkan di berbagai negara dengan konteks yang berbeda. Hal ini membuka wawasan mahasiswa mengenai tren dan inovasi terbaru dalam bidang teknologi pendidikan. Dengan mempelajari penerapan teknologi pendidikan di berbagai negara, mahasiswa dapat melihat berbagai tantangan dan solusi yang diterapkan. Ini mendorong mereka untuk berpikir kritis dan analitis dalam mengevaluasi dan mengembangkan solusi teknologi yang relevan di konteks lokal mereka. Kuliah tamu ini membahas tentang Learning From Anywhere (LFA) dan Teaching and Learning in the 21st Century: Insights for Research Venture. Mahasiswa baru TEP nampak antusias mengikuti perkuliahan perdana, di ruang teater Sekolah Pascasarjana pada pagi ini Jum’at (7/2).
Dosen tamu internasional, Dr. Anidah Binti Robani dari Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM) mengulas banyak tentang Teaching and Learning in the 21st Century: Insights for Research Venture. Perkuliahan ini mengarah pada pembahasan mengenai perubahan dan inovasi dalam praktik pengajaran dan pembelajaran di abad ke-21. Fokus utama tema ini adalah bagaimana penelitian dan wawasan terkini dalam bidang pendidikan dapat membantu mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang dalam pendidikan di dunia modern. Kesetaraan dalam Pendidikan, hal ini berhubungan dengan tindakan untuk memastikan semua siswa memiliki akses yang sama terhadap peluang pendidikan yang berkualitas adalah tantangan besar di abad ke-21. Tema ini mungkin membahas bagaimana pendidikan dapat mengatasi kesenjangan sosial, ekonomi, dan digital. Bahkan juga dibahas tentang pendidikan global serta keterampilan antarbudaya.
“Semua bidang lapangan maupun aspek kehidupan ini, baik dalam konteks kesihatan (health) ataupun dalam konteks ekonomi maupun entrepreneurship dan seterusnya dalam konteks pendidikan. Semua bidang itu disentuh dan menyentuh dan perlu terkait dengan ICT maupun digital technology,” terang Dr. Anidah
Masih menurut Dr. Anidah, bahwa yang melatar belakangi pembelajaran pada abad ke-21, antara Indonesia dan Malaysia memiliki cara yang sama dalam mengintegrasikan teknologi. Walaupun tantanganya berbeda-beda. Malaysia relatif lebih maju dalam hal infrastruktur digital dan kesiapan guru dalam mengakses teknologi tersebut. Indonesia terdapat kesenjangan dalam hal infrastruktur, namun kedua negara ini berupaya mendapatkan investasi dari pihak luar, seperti EdTech Starup.
Dosen tamu berikutnya, Prof. Dr. I Nyoman S. Degeng, M.Pd dari Universitas Negeri Malang, Indonesia. Beliau menyampaikan kuliah dengan tema Learning From Anywhere (LFA) Online Learning di Era Yang Tak Dapat Dijelaskan. Latar belakang dalam dunia pendidikan yang menjadi tantangan besar di era digital. Perubahan face to face menjadi online learning/communication. Hal ini dipaparkan oleh narasumber, diawali dengan salah satu transformasi besar dalam dunia pendidikan yang dipercepat oleh kemajuan teknologi, serta faktor eksternal seperti pandemi COVID-19. Proses peralihan ini tidak hanya mempengaruhi cara penyampaian materi, tetapi juga dampaknya terhadap metode pembelajaran, interaksi antara pengajar dan siswa, serta infrastruktur pendidikan secara keseluruhan.
“Era yang tak dapat dijelaskan (unexplained), banhkan hubungan antar variabelnya saja sangat lemah. Hal ini terjadi karena apa ? itupun sulit untuk segera diketahui. Maka selagi berada di bangku kuliah seperti mahasiswa saat ini, maka kuasai landasan dasar pendidikan, wawasan yang memadai untuk mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada. Sehingga teori, konsep, tindakan perbaikan itu seperti apa, mahasiswa harus dibekali itu. Mahasiswa mampu mengasah mind-nya, maka diharapkan akan muncul kemampuan baru. Belajar tidak hanya fokus di satu tempat, namun belajar sudah berubah Learning from Anywhere,” tutup Prof. Degeng saat diwawancarai disela-sela istirahatnya di ruang Direktur Pascasarjana. (*)