
Surabaya (Berita Kampus) – Menempati Ballroom Best Western Papilio Hotel sebanyak 101 peserta Rapat Kerja (raker) secara serius mencermati Renop, Renstra dan Capaian Renstra untuk menetapkan arah, prioritas, dan kebijakan strategis yang akan diterapkan selama periode mendatang. Hal ini sangat urgent untuk membantu memastikan bahwa semua kegiatan dan program perguruan tinggi selaras dengan tujuan jangka panjang. Peserta raker yang meliputi; Badan Penyelenggara, Rektorat, Dekanat, Lembaga, Biro dan Direktorat, bersama-sama merumuskan untuk mewujudkan perencanaan dan pengelolaan perguruan tinggi, dan membantu memastikan bahwa kegiatan akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang lebih besar. Rapat kerja dimulai sejak pagi pada Kamis (6/2) dengan rundown acara yang sangat padat.
Rektor dalam wawancara singkatnya dengan dua stasiun televisi, JTV dan JawaPos TV menerangkan bahwa luaran dari produk Raker menghasil rencana strategis dan rencana operasional sebagai acuan program kerja untuk Fakultas, Program Studi, Lembaga dan Direktorat. Kemudian para peserta raker ini juga dituntut untuk mewujudkan target dan hasil kongkretnya dalam bentuk laporan capaian.
“Menghadapi tantangan kedepan, kampus swasta harus dibekali strategi yang memadai. Harus dibekali C4 (Critical Thinking, Creative Thinking, communication, Collaboration). Keempat keterampilan ini saling melengkapi dan memberikan dasar yang kuat sebagai motivasi untuk berpromosi dan menjaga mutu kualitas akademik agar bermanfaat bagi masyarakat,” terang Prof Dr H Hartono MSi.

Badan penyelenggara dalam penyampaian sambutannya juga menekankan pentingnya target-target yang sudah dicanangkan oleh penjaminan mutu untuk mencapai akreditasi unggul segera diwujudkan. Tata kelola, Tata pamong seyognyanya tersusun secara cermat sesuai target yang akan dicapai. “Badan Penyelenggara mendukung atas rencana re-akreditasi institusi, karena akan menjadi taruhan kita semua, sehingga jika dijalankan akan semakin baik dan unggul, tentunya kepercayaan masyarakat akan meningkat,” tegas Drs H Sutijono MM.
Narasumber dalam rapat kerja ini, merupakan ketua APTISI wilayah VII Jawa Timur. Drs HM Za’imuddin W As’ad MS dari Jombang mengingatkan untuk membangun tim yang solid. Raker yang diikuti beberapa stakeholder penting dalam perguruan tinggi, bagian dari membangun kesolidan ini.
“Membangun tim yang solid dan kompak, dalam maqolah bahasa arab dikatakan satukanlah hatimu sebelum menyatukan langkahmu, maka dalam forum Raker ini sudah dibenarkan. Kemudian jika nanti ada pakta integritas bagi para calon pemimpin yang menjabat di kampus ini, tentunya itu adalah upaya menyampurnakan organisasi yang sebesar Universitas PGRI Adi Buana,” ungkap Gus Zuem panggilan akrab narasumber dari yayasan Unipdu Jombang ini.
Pemaparan renop dan renstra diwakili oleh UPPS dan Unit yang terbaik. Kategori UPPS dimenangkan oleh Fakultas Sains dan Teknologi. Selanjutnya kategori unit dimenangkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM). Dekan dan Kepala Lembaga mendapatkan apresiasi dari pimpinan berupa hadiah. Produk yang dihasilkan dari Raker pada hari ini setidaknya terdapat 7 Renstra dari UPPS dan 1 dari Program PPG. Kemudian unit-unit menghasilkan produk sebanyak 12 Renstra.
Drs H Sugito MT selaku ketua panitia Raker dalam paparannya menyebutkan bahwa terdapat 3 tujuan utama penyelenggaraan rapat kerja. Pertama tersusunya dokumen Renstra dan Renop tahunan Unipa Surabaya tahun 2024-2029. Kedua berupa dokumen Renstra dan Renop tahunan di lingkungan UPPS tahun 2024-2029. Ketiga yaitu tersusunya dokumen Renop Tahunan untuk Program Studi, Lembaga, Direktorat, Badan, Bidang serta Biro di Unipa Surabaya tahun 2024-2029.
“Selain itu juga bagian dari tujuan Raker ini, yaitu tersusunya sistem informasi untuk Renop dan Renstra, kemudian tersusunya dokume implementasi tata pamong, tata kelola untuk mendukung capaian Renstra dan Renop. Kemudian juga tidak kalah pentingnya yaitu tersusunya dokumen SPMI Universitas/UPPS/Unit sesuai SOTK Unipa Surabaya” pungkas Abah Sugito. (*)