
Sidoarjo (Berita Kampus) – Sasar karang taruna Bina Karya yang anggotanya jajaran anak muda belia, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Mojorangagung Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo, berikan sosialisasi pentingnya kuliah. Melihat potensi desa yang rata-rata karang tarunanya masih kisaran studi pada Sekolah Menengah Atas, membuat Sekretaris Desa Mojorangagung Dwi Hermawan Supriyanto SPdi menyetujui atas permintaan proker KKN untuk diberikan sosialisasi pada Selasa (20/8) petang ini. Interaksi dan minat adik-adik karang taruna seperti gayung bersambut, ketika narasumbernya dari Bidang Humas Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Membahas tentang mengapa harus belajar terus, penting mana antara prestasi atau relasi, kuliah itu apakah berat, adakah beasiswa bagi yang berkeinginan studi lanjut, merupakan diskusi yang panjang pada malam hari ini.
Koordinator Desa KKN, Amir Syah Hemawan mengungkapkan rasa gembiranya atas kesanggupan tim Humas dan karang taruna yang bersedia hadir pada malam hari ini, ditengah kesibukan masing-masing, acara yang digagasnya bersama Helmi Naufal Kurniawan berjalan dengan lancar. Rekan-rekan setimnya sejumlah hampir 36 mahasiswa juga mampu bekerjasama sesuai bidang yang direncanakan.
“Dengan adanya panjenengan, para mahasiswa KKN masyarakat desa Mojorangagung sedikit banyak merasa terbantu. Terutama dalam kurun waktu 3 minggu, giat acara desa dalam kegiatan Agustusan tergolong sangat padat. Berikutnya kehadiran narasumber untuk memotivasi karang taruna agar bersedia kuliah atau studi lanjut, merupakan upaya meningkatkan sumber daya masyarakat di desa kami” sambut Supriyanto yang lebih akrab dipanggil Pak Carik.
Kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi. Pertama penguatan dari bagian Humas Adi Buana, oleh Yitno Utomo ST MT CSCA dengan konsep kompetensi apa saja yang dimiliki mahasiswa Strata Satu di Adi Buana. Kedua materi promosi kuliah, oleh Ahmad Solikhin ST MKom. Kedua narasumber juga saling interaktif dengan audiens yang rata-rata usia di bawah 18 tahunan.
“Sarjana memang tidak menjamin saudara kaya, namun ketika saudara bergelar S1 maka peluang untuk diakui sebagai orang yang memiliki kompetensi itu lebih nyata, karena saudara memiliki ijazah legal dari sebuah perguruan tinggi yang terjaga mutu dan kualitasnya. Kampus Adi Buana juga tidak melepas para alumninya begitu saja, namun juga memberikan bekal kompetensinya. Baik yang tercatat dalam Surat Pendamping Ijazah, maupun keahlian lainnya” terang Yitno saat membuka sesi pertama.
Memutuskan untuk melanjutkan studi S1 akan meningkatkan hard skill dan soft skill. Hard skill mencakup ilmu pengetahuan dalam bidang tertentu sedangkan soft skill dapat mencakup kepercayaan diri, komunikasi, pemikiran kritis, kepemimpinan, pemecahan masalah, dan lain sebagainya.
“Alasan lainnya mengapa kuliah itu penting adalah untuk menemukan relasi baru (Networking) melalui jaringan pertemanan yang lebih luas. Kampus juga memberikan kesempatan mahasiswanya untuk belajar dengan orang-orang yang memiliki minat dan bakat yang sama. Atas kesamaan ini, akan saling berbagi infomasi dan bertukar pengalaman” imbuh Yitno.
Penerima manfaat kegiatan ini, yaitu karang taruna Bina Karya yang saat acara sosialisasi diwakili oleh pengurusnya, Vierlyana Puteri dalam sambutannya memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Bahwa anggota karang taruna sebagian besar memang berstatus masih sekolah, maka informasi tentang pentingnya kuliah sangat bermanfaat. “Berterima kasih pada para dosen pembimbing, sedikit banyak informasi ini menjadi motivasi untuk melanjutkan studi guna pencapaian masa depan” pungkas Vierly. (*)