
Surabaya (Berita Kampus) – Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Jawa Timur tahun 2024 yang telah dibuka pada tanggal 21 Juli 2024 lalu, mendapatkan antusias dari berbagai universitas dan kalangan pecinta seni. Peksimida yang digelar Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI Jatim) dengan tuan rumah UNESA kali ini mengusung tema “Merdeka Berprestasi Talenta Seni Menginspirasi." Tangkai lukis menjadi salah satu ajang bergengsi yang diikuti sejumlah kampus negeri dan swasta di Jawa Timur, tentunya ada 19 kampus yang bertandang ke Universitas PGRI Adi Buana Surabaya untuk beradu bakat di bidang lukis. Animo peserta dari berbagai disiplin ilmu mewarnai perlombaan kali ini, fenomena unik tahun ini, bahwa lomba lukis tidak selalu di dominasi dari kampus yang memiliki jurusan atau program studi seni rupa.
Hal senada disampaikan oleh dewan juri dari pakar seni, bahwasanya peserta yang hadir betul-betul varian. Bahkan dari universitas yang notabene dibidang kesehatan juga hadir mengikuti kompetisi ini. Seperti Felicia Hesti Laksono dari Stikes RS Baptis Kediri serta Kiera Ashley dari Universitas Surabaya yang menjadi pengalaman pertama mereka di bidang lukis, karena kesehariannya tidak menggeluti keahlian ini.
“Acara peksimida buat saya banyak kejutan, mengingat pesertanya banyak yang dari farmasi, teknik kimia, perawat, desain produk. Inilah fenomena baru, bahwa seni lukis sekarang menjadi ruang privasi bagi peserta, artinya mereka pingin menunjukkan bahwa keahlian mereka itu dituangkan melalui goresan dan tinta, kombinasi seperti gambar alat kesehatan, alat kimia menjadi sebuah apresiasi seni yang kekinian, jargon pemerataan keadilan untuk Indonesia Maju akan tertuang dalam karya mereka” terang Andi Prayitno juri lomba tangkai lukis tahun ini.
Peserta lomba meliputi ITS Surabaya, STIKES RS Baptis Kediri, STIKI Malang, Universitas Brawijaya, Universitas Darussalam Gontor, Universitas Internasional Semen Indonesia, Universitas Islam Malang. Kemudian juga dari kampus Universitas Jember, Universitas Kristen Petra, Universitas Ma Chung, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Universitas Trunojoyo, Universitas Negeri Malang. Selanjutnya peserta dari Surabaya lainnya, meliputi Universitas Negeri Surabaya, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, dan Universitas Surabaya, Untag Surabaya.
Tangkai lomba lukis mengambil tema secara on the spot, tema ditetapkan langsung saat pelaksanaan kegiatan hari ini, sehingga peserta benar-benar dikuras idenya untuk bisa memenuhi kriteria yang ditetapkan. “Tema yang diambil adalah Pemerataan Keadilan untuk Indonesia Maju, kami juga memberikan kebebasan untuk semua peserta meng-eksplor segala idenya dalam media kanvas yang sudah disepakati panitia yaitu 100 x 120 cm, teknik melukisnya juga bebas” terang Herman Sugiyanto selaku dewan juri.
Hasil dari kompetisi ini diumumkan tepat pukul 16.00 WIB. Setelah delapan jam aktivitas melukis, maka kesempatan ketiga dewan juri untuk melakukan penjurian selama satu jam lebih. Juara harapan 3 diraih oleh Galang Aji Pratama dari Universitas Brawijaya, selanjutnya juara harapan 2 diraih oleh Silvia Leonara Layan dari Universitas Internasional Semen Indonesia, kemudian juara harapan 1 diraih oleh Ilham Yusuf Mahendra dari Universitas Negeri Malang.
Juara 1 dan meraih medali emas diraih oleh Ibnu Raffi Dewayanto dari Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dengan total nilai 762. Kemudian juara 2 dan meraih medali perak atas nama Alifah Sya’syiatul Izzah dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dengan total nilai 739. Kemudian juara 3 dan meraih medali perunggu atas nama Tiara Rasita Dewi dengan total nilai 720 dari Universitas Wiraraja. "Konsentrasi pada sila kelima Pancasila yang kami kombinasikan dengan kondisi sahabat kami dari papua, maka lukisan ini diilustrasikan dengan anak kecil yang memegang kaca pembesar untuk melihat bagian gambar padi dan kapas, itulah bagian penting dari pemerataan keadilan" terang Ibnu Raffi Dewayanto yang memang memiliki kelebihan dibidang seni realis.(*)