Berita Kampus

June 23, 2024

Surabaya (Berita Kampus)- Guru Pendidikan Anak Usia Dini (Guru PAUD) tantangan terbesarnya adalah pengembangan dan penerapan metode pengajaran yang inovatif. Guru PAUD harus memprioritaskan dan menciptakan hubungan antara pengajar dan siswa lebih erat, serta mendukung adanya keberanian untuk mengambil risiko. Kenyamanan inilah yang memungkinkan siswa untuk memahami materi pelajaran yang sulit dan mengetahui bahwa tidak masalah untuk membuat kesalahan, sehingga menciptakan peluang untuk pembelajaran yang lebih dalam. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menggunakan metode story telling di dalam kelas. Bercerita merupakan salah satu cara paling ampuh yang dimiliki untuk memengaruhi, mengajar, bahkan menginspirasi orang lain.

Story telling, inovasi berbentuk cerita yang dapat membantu siswa memahami konsep yang kompleks dengan cara yang lebih sederhana. Ketika konsep abstrak dijelaskan melalui sebuah cerita, siswa cenderung lebih mudah menghubungkan informasi tersebut dengan pengalaman pribadi atau pengetahuan yang sudah dimiliki sebelumnya. Cerita yang baik biasanya mengandung banyak makna dan dapat menyampaikan ide atau pesan yang kompleks secara efektif dengan cara yang mudah dipahami, hal ini disampaikan Andri Kurniawan SKom MPd dalam wawancara terpisah setelah menjadi narasumber keempat pada acara diklat, Sabtu kemarin (22/6).

Rektor Prof Dr Hartono MSi mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya acara ini, manfaatnya supaya tidak hanya untuk para guru PAUD tapi untuk semuanya. Bahkan rektor sempat menyampaikan teori Sigmund Freud dalam sambutannya. “Teorinya begini, bahwa struktur kepribadian anak terbentuk pada usia 1-7 tahun, nah usia ini yang di dalamnya ada aktivitas PG PAUD. Sigmund Freud juga menyampaikan setelah pasca usia 7 tahun, maka hanya merupakan penghalusan, pentingya usia 1-7 tahun tersebut ibarat pilar bangunan makanya harus kuat” ungkap Pak Rektor.

Narasumber Dra Sri Wilujeng MPd banyak membahas tentang pembelajaran di era digital dalam pelestarian budaya lokal. Aktivitas budaya merupakan tindakan berpola dalam masyarakat, wujud aktivitas ini sering disebut sistem sosial, tentunya interaksi tersebut melibatkan adat kebiasaan, bahkan pola-polanya menurut Ibu Sri bisa diamati dan didokumentasikan.

Hadir juga dalam memperkuat pemberian materi Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Nonformal Dispendik Kota Surabaya, Muhammad Sufyan. Beliau menginformasikan beberapa program kaitannya dengan Pendidikan Anak Usia Dini di Pemerintah Kota Surabaya. Terdapat program edu trip, sasaranya adalah sekolah-sekolah pada jenjang di atasnya. Tujuannya agar anak PAUD dan TK mudah untuk beradaptasi. “Ajaklah anak TK dan PAUD ke sekolah SD dan SMP terdekat, pilihlah sekolah terdekat, hal ini dikarenakan PPDB sekarang, berbasis zonasi” pungkas Pak Sufyan. (*)


Berita Terbaru
Kategori Berita
Kemitraan Internasional
Monash University Universiti Teknologi Mara Hutech University of Technology International Cultural Communication Center Malaysia Maejo University Thepsatri Rajabhat University USSH Saint Louis University Institut Pendidikan Guru
Copyright © 2025 by Universitas PGRI Adi Buana Surabaya