
Surabaya – Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISH), Universitas PGRI Adi Buana Surabaya melakukan talkshow bersama 15 sekolah dari Gresik, Surabaya dan Sidoarjo. Gelaran talkshow yang bertajuk GAB (Generasi Anti Bullying) dengan tema : Satu Suara Membangun Kesadaran dan Tindakan Memerangi Bullying di Lingkungan Sekolah. Kegiatan yang dimulai pagi ini (15/1) mendatangkan narasumber dari Lembaga Perlindungan Anak Provinsi Jawa Timur.
Sekolah yang hadir meliputi SMA Intensif Pembangunan, SMK Ketintang Surabaya, SMK PGRI 1 Surabaya, SMAN 19 Surabaya, SMA Ulul Albab Sidoarjo, SMA Wachid Hasyim 2 Taman, SMA Hang Tuah 4, SMK Rajarasa Surabaya, SMA Katholik Untung Suropati Krian dan SMA Al-Islam Krian. Pentingnya memahami arti bullying bagi para remaja, mengingat bullying merupakan tindakan agresif yang disengaja, dilakukan berulang-ulang dan dari waktu ke waktu, dan terdapat ketidakseimbangan kekuasaan atau kekuatan.
Narasumber dari Lembaga Perlindungan Anak Provinsi Jawa Timur, selaku sekretaris Lembaga memberikan pemaparan yang sangat jelas mengenai bullying. Budiyati SPd MPd memberikan batasan sebagai Q & A (Questions and Answers) dari tema talkshow hari ini. Pertanyaan tentang Dimana area bullying, bentuknya seperti apa, siapa pelaku dan siapa korban, alasan pelaku dan bagaimana upaya pencegahannya, benar-benar diulas oleh narasumber.
“Tentunya kita harus segera melihat secara cermat, bentuk bullying. Fisik, relasional, verbal, sexsual atau bahkan cyber bullying. Bahkan yang terakhir ini, menjadi sangat berbahaya. Cyber bullying, terjadi karena perkembangan teknologi internet dan social media, cepat tersebar luas” terang Bu Budiyati.
Dalam wawancara sebagai tambahan materi, Bu Budiyati juga menjelaskan bahwa rujukan peraturan di Provinsi Jawa Timur pasti menggunakan Pergub (Peraturan Gubernur) tentang sistem penyelenggaraan perlindungan anak, tidak hanya konsentrasi pada bullying namun semua jenis kekerasan fisik, psikis dan sexsual. Subtansi perlindungan pada Pergub tersebut meliputi; pencegahan, pengelompokan anak beresiko dan penangganan anak korban bullying.
“Kami berharap kampus-kampus lain di Jawa Timur, meniru Universitas PGRI Adi Buana, karena disini sudah dapat membentuk tim pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak. Kampus harus mampu memerangi problem dosa besar, yaitu; Bullying, Kekerasan Seksual dan Radikalisme. Nah kampus dengan mahasiswanya pasti memiliki influencer yang mampu menjadi agen perubahan untuk menyuarakan pencegahan dan perlindungan anak” imbuh Bu Budiyati. (*)