
Surabaya – Festival kedua, yang sebelumnya tahun lalu juga sukses. Tahun ini peserta lebih membludak, terlihat tribun selatan dan utara GOR Hasta Brata dipenuhi peserta. Ternyata dari laporan ketua panitia, terdapat 400 produk yang dipamerkan. Festival MBKM & Kewirausahaan 2023 digelar pagi ini (28/12) dengan sangat meriahnya. Kehadiran sponsorship diacara ini juga tergolong makin banyak, setidaknya ada brand besar sekelas Nestle ikut dalam pemberian penguatan. Salsa Cosmetic, Andi Offset dan Bumi Aksara juga menjadi supporting acara. Festival ini merupakan luaran dari mata kuliah kewirausahaan, setidaknya terdapat 25 kelas dengan pembimbing dosen pengampu dari berbagai macam program studi, hal ini tentu akan menambah varian dari jenis usaha yang akan dikembangkan oleh mahasiswa. Mulai dari Mamin (Makanan & Minuman), kriya kain, merchandise dan bahkan ada alat bantu pengupas durian yang sangat unik.
Dr Muhyi MPd selaku panitia bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang kedua, dengan mengangkat tema: Implementasi MBKM Dan Kewirausahaan Menumbuhkan Jiwa Academic Entreprenur Berkarakter PAGI. Beliau juga menambahkan bahwa untuk Kegiatan MBKM dengan 9 Program di dalamnya Universitas PGRI Adi Buana Surabaya sudah melaksanakan 5 program dari 9 program yang ada. “Kami sudah melaksanakan program ini seperti; Program Asistensi Mengajar, Program Praktisi Mengajar, Program Pertukaran Mahasiswa, Program MSIB dan program lainnya, termasuk mulai mengarahkan program MBKM Mandiri” ungkap Pak Muhyi.
“Yang tidak kalah penting kami laporkan, Program MSIB dan Kampus Merdeka, pendaftar mengalami kenaikan yang cukup signifikan di Semester Genap Tahun Akademik 2023/2024, per tanggal 27 Desember 2023 yang sebelumnya hanya puluhan mahasiswa sekarang sudah ratusan mahasiswa. Kemudian Untuk Magang dan Studi Independen (MSIB) 344 Mahasiswa dan Kampus Mengajar (KM) 344 mahaiswa. Kewirausahaan (KWU) memiliki 25 kelas, yang saat ini berpartisipasi pada kegiatan festival dengan mengisi hampir 400 produk yang bervarian” tambah Pak Muhyi.


Materi pertama dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, kebetulan diwakili oleh Sub Koordinator Pendataan dan Pemetaan Analisa Sumber Daya Pariwisata & Ekraf. Ibu Luky Nuraini Rosyidah SSTP MAP, memberikan materi penguatan selama hampir 1,5 jam. Materi dan tanya jawab interaktif juga sempat menjadikan acara talkshow jadi kian hidup. Secara terpisah, wawancara dengan ibu Luky menegaskan bahwa Universitas PGRI Adi Buana Surabaya (UNIPA Surabaya) sudah menjadi pusat inkubator bisnis. “Ekonomi kreatif sudah tumbuh di kampus ini, selaku wakil dari Pemerintah kami memang tidak bisa langsung menerima produk, kami menjadi regulator. Peran kita sebagai koordinator untuk bisa menjembatani teman-teman akademisi disini dengan asosiasi, media lain ataupun pembisnis” terang ibu Luky.
Ibu Luky juga menegaskan bahwa pentingnya memiliki perijinan, bahkan harus sudah mengarah pada Hak Kekayaan Intelektual (HKI). “Sepintas kami lihat karya mahasiswa ini, belum terlihat untuk berlanjut pada bisnis yang sebenarnya, kami meminta untuk segera mengurus perijinannya. Perijinan usaha dapat melalui satu pintu OSS (Online Single Submission), portal ini menyediakan informasi seperti data permohonan berusaha, data perizinan yang ada, data instansi daerah, data perizinan daerah dan lain-lain, kami akan membantu gratis untuk keperluan itu semua” imbuh ibu Luky.
Dr Hartono MSi, rektor juga memberikan himbauan dalam sambutannya tentang bahwa para pelaku entrepreneur dari Adi Buana sangat luar biasa. Semua bisa terselenggara atas dukungan bapak ibu dosen dan mahasiswa, untuk menuju Adi Buana unggul. Keunggulan ini juga harus diwujudkan secara operasional, kegiatan seperti ini merupakan operasional unggul melalui bidang entrepreneurship yang didasarkan pada nilai-nilai akademik dan data-data empiris melalui sebuah riset. Saat mengakhiri pidatonya rektor melanjutkan pembukaan festival dengan memukul gong sebanyak lima kali, beliau didampingi oleh Ketua PPLP PT PGRI Surabaya dan ketua panitia.
Kegiatan festival tersebut tidak sekedar pamer karya, namun tiap-tiap stand juga dilombakan, sehingga para peserta festival kewirausahaan diminta juga untuk mendesain etalase pamerannya. Terdapat tiga kategori lomba. Juara kategori produk KWU terinovatif diraih oleh kelas Q dengan pembimbing ibu Ana Hubaedah dari Prodi Kebidanan. Juara kategori Kelompok terkompak dimenangkan oleh Kelas O dengan dosen Pembimbing Moh. Shofwan dari Fakultas Teknik. Berikutnya juara kategori desain stand terbaik diraih oleh kelas T2 dengan pembimbing Luqmanul Hakim dari Prodi Pendidikan Olahraga. Kegiatan Festival MBKM dan KWU, merupakan upaya pengintegrasian entrepreneur values dalam proses pembelajaran, diwujudkan dalam bentuk aksi nyata menghasilkan karya unggulan KWU mahasiswa yang berkarakter PAGI (Peduli, Amanah, Gigih dan Inovatif).
Narasumber dari Disbudpar Jatim benar-benar memantau secara detail tiap-tiap yang dipamerkan mahasiswa, beliau sangat berkesan sekali. “Saya awal masuk, saya kira PGRI itu fokusnya hanya guru saja, ternyata sudah mulai berjalan berpindah pada wirausaha. Karena jaman saat ini perkembangan usaha sangat luar biasa, saya berharap akan banyak pengusaha sukses yang dihasilkan dari Universitas PGRI Adi Buana Surabaya ini” pesan Ibu Luky mengakhiri wawancaranya. (*)