
Banjarbaru - Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) Ke XVIII 2023 dilaksanakan di Kalimantan Selatan. POMNAS ini dilaksanakan mulai tanggal 15 s/d 22 November 2023, dengan jumlah keseluruhan atlet yang ikut meramaikan sebanyak 2.717 atlet dari 34 Provinsi dari seluruh Indonesia. Untuk manager, pelatih dan official sebanyak 1.179. Jumlah cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan dalam POMNAS tahun ini sebanyak 16 cabor. Jawa Timur sendiri berdasarkan laman BAPOMI, memperoleh 30 medali emas, 29 medali perak, 46 medali perunggu, sehingga total meraih 105. Jawa Timur menempati posisi ketiga raihan medali, setelah DKI Jakarta dan Jawa Tengah.
Kontingen mahasiswa Universitas PGRI Adi Buana Surabaya (Unipa Surabaya) yang memberangkatkan 5 atletnya, yaitu Mochammad Zacky Caesar Alavaro mahasiswa Pendidikan Jasmani Angkatan 2022 untuk cabor Atletik. Selanjutnya Dhiyauddin Shalih mahasiswa Pendidikan Jasmani Angkatan 2022 dari cabor Bola Volly Pasir memperoleh medali perak. Kemudian Musdhaliffah mahasiswa Pendidikan Jasmani angkatan 2022 untuk cabor Sepak Takraw, perolehan medalinya 1 perunggu untuk Quadrant putri. Berikutnya Dwi Angga Ardiansyah mahasiswa Pendidikan Jasmani Angkatan 2022 untuk cabor Sepak Takraw dengan raihan medali terbanyak, yaitu 1 emas untuk kategori Double event dan 1 perunggu untuk kategori regu putra. Kemudian Salsa Sabililah mahasiswa Pendidikan Jasmani cabor Sepak Takraw juga mendapat medali terbanyak 1 perak dan perunggu untuk kategori Quadrant Putri.
Acara pembukaan POMNAS XVIII 2023 berlangsung meriah, diawali dengan penyuguhan Tarian Bhineka Prastuti yang menceritakan keberagaman dan kekompakan mahasiswa dalam POMNAS 2023 yang kemudian dilanjutkan dengan defile mahasiswa dari 36 provinsi se-Indonesia. Sementara itu Menpora RI Dito Ariotedjo bersama Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menandai pembukaan POMNAS 2023 dengan prosesi pemanahan ke arah layer yang telah disiapkan di lokasi. Mahasiswa Adi Buana sendiri yang mewakili kontingen Jawa Timur juga didampingi oleh dosen pembimbing mereka sekaligus pelatih Sepak Takraw. Bersyukurnya hampir semua atlit dari Adi Buana memperoleh poin.
Melalui sambungan seluler, saat beberapa jam setelah menobatkan dirinya memperoleh Mendali Emas, Dwi Angga Ardiansyah yang merupakan asli putra Tuban ini menuturkan bahwa lawan terberatnya adalah kontingen Jawa Tengah, karena atletnya sangat berpengalaman. “Saya harus nguatin mental dan percaya diri, itu salah satu trik-nya, mengingat keahlian personal kita di final hampir rata-rata sama, pesan pelatih adalah tingkatkan kepercayaan diri” terang Angga yang saat ini berusia 20 tahun.
Menurut Angga bahwa saat ini menjadi mahasiswa dan atlet, dua hal yang harus dikejar dan dicita-citakanya untuk sukses pada keduanya. Kepercayaan bahwa proses sebagai penempaan diri untuk menjadi atlet, adalah hal yang harus ditanamkan pada dirinya. Disiplin, Latihan secara maksimal itu keharusan.
Ditanya soal harapannya ke depan, Angga berharap Sepak Takraw di Jawa Timur dan Indonesia harus mampu menciptakan bibit yang unggul semua. “Harapan semua atlet memastikan dirinya selalu meraih emas, disegala lini event baik lokal hingga taraf internasional, dukungan semua pihak terus kami harapkan. Saya juga berharap dapat penghargaan dari kampus pak” ungkap Angga sambil tertawa. (*)