Berita Kampus

December 29, 2022

Surabaya – Memilih tempat di Hotel Best Western Papilio, pelaksanaan workshop penyusunan kurikulum dan implementasi dalam pembelajaran. Tema yang diambil The Future of Education : Preparing for Society 5.0. Kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari 27-28 Desember 2022, setidaknya membahas lima materi utama dan satu materi tambahan.

Prof Dr Muchlas Samani MPd, mantan rektor Universitas Negeri Surabaya menyampaikan materinya yang berjudul Kebijakan Akreditasi Perguruan Tinggi. Saat ini beliau menjabat Ketua Umum LAMDIK yang merupakan akronim dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan. Lembaga ini secara kelembagaan diinisiasi oleh dua asosiasi pendukung, yakni asosiasi profesi keilmuan dan pengguna serta asosiasi kelembagaan penyelenggara lembaga pendidikan tenaga kependidikan. Prof Muchlas banyak menyampaikan tentang pentingnya akreditasi bukan untuk sertifikat peringkat, namun lebih pada budaya mutu dalam hal ini adalah rekognisi agar mendapatkan pengakuan. “Perguruan tinggi harus makin berkualitas, makin mendapatkan rekognisi, makin berbudaya yaitu budaya mutu” ungkap Prof Muchlas.

Prof Dr Waras Kamdi MPd, dari Universitas Negeri Malang mengambil tema materi tentang Tata Kelola dan Implementasi Pembelajaran Masa Depan. “Tiga karakter pelajar milenial, yaitu; Connected, Confident, Creative. Mereka akan menggunakan prinsip konsumen, belanja pengetahuan sesuai dengan kebutuhan dan pilihan hidupnya, serta pengalaman belajar yang fleksibel dan personal” terang Prof Waras.

Guru besar yang dikukuhkan pada tanggal 28 Pebruari 2017 lalu, menyebutkan bahwa dosen ke depan harus memiliki banyak kecakapan. Mendesain belajar yang customize, ruang belajar digital, Infusti TIK kedalam kurikulum merupakan keharusan yang disiapkan untuk model pembelajaran masa depan.

Dr Erry Utomo M Ed Ph D, dari Universitas Negeri Jakarta menyajikan tema materi tentang Kurikulum Paradigma Baru Menyongsong Dunia Pendidikan Era Society 5.0. Beliau banyak mengkritisi tentang konsekuensi mendirikan perguruan tinggi saat ini. “Bahwa Kurikulum yang disusun oleh PT seharusnya menjamin agar lulusannya memiliki kualifikasi yang setara dengan kualifikasi yang disepakati dalam KKNI, sehingga harus dilakukan evaluasi, dan pengembangan” jelas Pak Erry.

Dosen yang Philosophy Doctor-nya diambil dari University of Pittsburgh, USA tahun 2005. Banyak mengungkapkan tantangan perguruan tinggi pada masa depan. Kaitannya dengan kurikulum, maka realisasi kurikulum berbasis TIK merupakan akronim dari Teknologi Informasi dan Komunikasi. Penerapan Outcame Based Education, Merdeka Belajar Kampus Merdeka, Literasi Digital dan 6CS. “Apakah 6CS tersebut untuk pembelajaran abad 21, yaitu; Critical Thinking, Communication, Compassion and Civic Responsibility, Computation Logic, Creative Thinking, Collaboration” imbuh Pak Erry.(*)


Berita Terbaru
Kategori Berita
Kemitraan Internasional
Monash University Universiti Teknologi Mara Hutech University of Technology International Cultural Communication Center Malaysia Maejo University Thepsatri Rajabhat University USSH Saint Louis University Institut Pendidikan Guru
Copyright © 2025 by Universitas PGRI Adi Buana Surabaya