Berita Kampus

July 08, 2022

Surabaya – Menghadirkan narasumber dari ahli gizi dan praktisi “Culinary Art” Program Studi Pendidikan Vokasional Kesejahteraan Keluarga (PVKK), gelar seminar dan demo. Tema yang diambil Implementasi Pola Hidup Sehat dalam Pesona dan Keindahan Jelly Art. Narasumbernya Salsabila Hanifah, S.Gz, merupakan ahli gizi dari Research and Development Department, PT Lautan Natural Krimerindo (FiberCreme). Sedangkan dari kreator Jelly Art, panitia mendatangkan Chef Tety Rahayu SW. Kegiatan dilaksanakan hari Jum’at (8/7) pagi ini, di Ruang Ajang Pamer Seni Rupa.

“Ini adalah prasyarat dari mata kuliah Manajemen Event Organizer sebelum pelaksanaan UAS. Penyelenggara kegiatan merupakan mahasiswa PVKK angkatan 2019, lalu pesertanya dari angkatan 2018 hingga angkatan 2021, serta dari SMA dan SMK di sekitaran Surabaya. Kebetulan ini dari MA Nurul Huda Plus datang rombongan” terang Fitri Hansyah Fatmasari, S.Pd., M.Pd selaku dosen pengampu dan penanggung jawab kegiatan ini.

Ahli gizi Salsabila Hanifah, S.Gz menerangkan bahwa perlu dilakukan pendampingan saat melakukan kreasi terhadap makanan dan minuman (mamin), karena tubuh manusia juga harus respon terhadap kandungan gizi dari makanan yang dibuat. “Makanan sehat itu, ada kecenderungan mengurangi kadar gula, garam serta minyak yang berlebihan. Tubuh manusia harus konsumsi protein hewani, buah dan sayur secara seimbang. Sehingga sangat perlu kami menyampaikan kepada para kreator kuliner untuk paham tentang gizi” ungkap Salsabila. Pewarnaan makanan yang dibuat dan dipadukan dalam jelly art kali ini juga harus diawasi penggunaanya secara benar, pewarna makanan harus sudah ber-BPOM dan ber-SNI.

“Ada 3 unsur dalam pembuatan jelly art, penuangan kanvas, suntikan pewarna dan penutup. Kreator harus paham itu, dan mahasiswa yang saat ini pelatihan saya sarankan agar teliti serta detail” terang Chef Tety Rahayu SW pemilik usaha kuliner Dapur Mom Tety (DMt). “Bisnis Puding dan jelly art itu sebagian besar peminatnya adalah ibu-ibu, bagaimana ibu-ibu ini akan berkreasi untuk membuat makanan yang bisa diberikan kepada kerabat sebagai oleh-oleh, hadiah dan buah tangan” tambah Chef Tety.

Jelly art sendiri popular di Indonesia sejak tahun 2013. Bahkan berbagai sumber menyebutkan karya ini berasal dari Amerika latin dengan karya yang terkenal Gelatin Art. Dari bentuknya jelly art bisa digolongkan sebagai karya seni tiga dimensi. Beragam bentuk yang ada di dalam agar-agar tersebut dibuat dengan sangat telaten dan diperlukan kesabaran serta keterampilan khusus sehingga akhirnya menghasilkan kue yang begitu  indah. “Harapan dari dari acara ini adalah menumbuhkan jiwa bekerja keras dan team work serta dapat dituangkan dalam Event yg sesungguhnya terutama kaitannya dengan bidang boga”  ungkap Fitri dosen aktif yang dalam bulan Juli 2022 ini, sudah membuat 2 event berturut-turut, yaitu ; Pelatihan Bolu Gulung Batik dan Jelly Art. (*)


Berita Terbaru
Kategori Berita
Kemitraan Internasional
Monash University Universiti Teknologi Mara Hutech University of Technology International Cultural Communication Center Malaysia Maejo University Thepsatri Rajabhat University USSH Saint Louis University Institut Pendidikan Guru
Copyright © 2025 by Universitas PGRI Adi Buana Surabaya