
Lumajang – Menang dan Raih Perak pada Double Event Sepak Takraw, Haqi Fadli mahasiswa Bimbingan Konseling Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, bersama rekan se-tim-nya harus puas dengan urutan kedua dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Jawa Timur Tahun 2022. Mewakili Kabupaten Trenggalek yang merupakan daerah kelahirannya, harus memperjuangkan kemenangan setelah di final berhadapan dengan tim dari Kabupaten Blitar. Pada babak final, tim putra double event Kabupaten Blitar mengalahkan Trenggalek dengan skor 2-1 (14-21, 21-17, 21-13).
Haqi Fadli, sendiri baru-baru ini juga meraih kemenangan juara pertama, saat piala rektor Adi Buana pada ajang Double Event ini. Cabor ini menjadi favorit Haqi. Pria kelahiran Trenggalek 20 Juni 2000 yang berasal dari Kecamatan Munjungan tersebut mengakui bahwa, spesialisnya disini. Sebagai mahasiswa yang aktif kuliah dan sebagai atlet, beliau menyampaikan harus dapat membagi waktu dengan baik. “Untuk latihan sepak takraw tentunya memerlukan proses yg cukup lama. Harus telaten dalam mempelajari teknik demi teknik dalam sepak takraw, melatih kekuatan fisik dan juga pengalaman bertanding di berbagai tempat untuk membentuk mental diri agar lebih percaya diri lagi ketika menghadapi suatu pertandingan” ujar Haqi.
Berdasarkan keterangan Haqi, pada ajang Porprov VII Jatim 2022, dia merasa kurang cukup maksimal, dikarenakan Koni Kabupaten Trenggalek tidak mengadakan pemusatan latihan atlet. “Saya dan rekan satu Tim berinisiatif untuk mengadakan latihan bersama secara mandiri hanya dalam waktu 3 hari, sehingga kurang kompak, karena Sepak Takraw adalah cabang olahraga beregu yang membutuhkan kekompakan atau chemistry yang baik” terang Haqi.
Prestasi Haqi selama ini, “Event bergengsi yang pernah saya juarai selama saya berstatus mahasiswa Universitas PGRI Adibuana Surabaya, yang pertama yaitu mendapat 2 medali emas POMNAS 2019 di Jakarta, Medali emas Frestyle Sepak Takraw UNY Open 2021 se-Jawa Bali, Medali perunggu POMPROV JATIM 2022, Medali perak PORPROV JATIM 2022 yang saat ini baru saya ikuti. Masih banyak sekali pertandingan-pertandingan Open lainnya” Ungkap Haqi.
Bukan mahasiswa biasa, Haqi Fadli harus membagi waktu kuliah dan waktu berlatih agar berprestasi. Berikut tips yang disampaikan, agar mampu berjalan baik pada keduanya. “Untuk mengatur waktu kuliah dan jadwal latihan, saya memanfaatkan waktu yang kosong atau hari libur untuk mengisi jadwal latihan rutin saya. Akan tetapi pada saat mengikuti pertandingan sering sekali waktu perkuliahan dan bertanding menjadi bertabrakan, terkadang saya mengorbankan jam perkuliahan saya untuk mengikuti kegiatan atau pertandingan sehingga berpengaruh kurang baik pada nilai perkuliahan, saya mengakui dalam perihal absensi banyak kekurangannya” ungkap Haqi sambil senyum-senyum seakan-akan mohon untuk dimaklumi.
“Harapan saya kedepan-nya semoga selalu dipermudah dan dilancarkan dalam perkuliahan, maupun kegiatan yang saya tekuni selama ini (sepak takraw) dan menjadi peran yang besar untuk memenuhi kebutuhan sukses saya di masa depan” ungkap Haqi. Semoga banyak mahasiswa Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, yang dapat meraih prestasi di luar kampus. Inilah bagian dari Agent of Change yang selama ini digaungkan oleh Kampus Semangat PAGI, nama baik mahasiswa dan nama baik Almamater. (*)