
Surabaya – Pagelaran Seni, Drama, Tari dan Musik (Sendratasik) oleh mahasiswa PGSD Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, berlangsung selama dua hari. Tanggal 27 Juli 2022 hingga 28 Juli 2022, menampilkan sebanyak 28 sajian dengan tema dan konsep yang berbeda. Bertajuk Lintas Nusantara 2022, konsep pagelaran ini menjadi ajang kreasi dari mahasiswa.
Danang Prastyo S.Pd M.Pd selaku Kaprodi PGSD menerangkan bahwa tujuan kegiatan ini untuk membekali mahasiswa dalam menyelenggarakan pameran seni drama dan musik di Sekolah Dasar. “Kegiatan seperti ini juga bertujuan untuk melestarikan budaya lokal yang selama ini mulai pudar, adik-adik benar-benar mampu menunjukkan dedikasinya dalam pelestarian tersebut” ungkap Pak Danang.
Performance berupa musik setidaknya ada tujuh kategori, meliputi; Karawitan, Ansambel, Acapella, Drumband, Patrol, Akustik dan Campursari. Kemudian kategori Performance Drama menyuguhkan tujuh judul yang apik, yaitu; Kartini berdarah, Roro jonggrang, Dahlia sang pengejar mimpi, Javanese Cinderella, Retak, Ramayana, Wutah getihku kangge tanah jawi.
Muhammad Harish Rasyidi yang merupakan ketua 1, membagi penampilan ini berdasarkan angkatan mahasiswa. “Angkatan 2019 sebenarnya lebih ke pemenuhan tugas mata kuliah Seni Musik dan Suara, Sedangkan angkatan 2020 memang konsepnya memenuhi tugas mata kuliah Sendratasik” terang Harish.
Dua angkatan dan dua panitia yang menyelenggarakan kegiatan ini, bukan karena tanpa alasan, mengingat pandemi Covid-19 menyebabkan mahasiswa angkatan 2019 tidak dapat menyelenggarakan pagelaran tepat waktu. “Bersyukur di akhir semester, ternyata pemerintah telah memberikan kelonggaran berkegiatan di dalam gedung, walaupun dengan batasan jumlah penonton dan peserta serta ketatnya Prokes, kami dapat menyelenggarakan tugas ini dengan baik dan terpaksa harus dilaksanakan selama dua hari” sahut Alfan Maulana yang merupakan ketua 2.
Akronim Sendratasik (Seni, Drama, Tari, Musik) merupakan mata kuliah yang diampu oleh mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar, dengan harapan memiliki tiga kompetensi, yaitu; Seni Drama, Seni Tari dan Seni Musik.
“Kami harus mempelajari dan memahami konsep Sendratasik secara teori maupun praktek tentang keilmuan seni drama, tari dan musik. Drama adalah cerita mengenai konflik dalam kehidupan manusia. Tari adalah ungkapan sesuatu mengenai gerakan. Musik adalah penyampaian pesan melalui nada yang kemudian disusun menjadi lagu” terang Harish.
“Bersyukur fasilitas peralatan seperti gamelan, kita punya sendiri, dan beberapa properti yang mendukung penampilan dalam drama diserahkan langsung kepada masing-masing kelompok” jelas Alfan. Mahasiswa diberikan kebebasan dalam menentukan tema tampilan. Slogan “Appreciation for A Masterpiece” yang nampak pada bagian utama panggung, menandakan bahwa mahasiswa berkeinginan meng-aprsesiasi sebuah mahakarya. “Mahakarya budaya yang besar di negeri ini, jangan pernah terlupakan oleh kami, apalagi kami nantinya akan menjadi salah seorang Pendidik” imbuh Harish. (*)