
Surabaya - Musyawarah Nasional ke-5 (MUNAS V) yang diikuti oleh Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP-PTSI) dari Sabang sampai Merauke ini mengambil tema ‘Menyegarkan dan Mengobarkan Platform yang Adaptive dan Agile dalam Menghadapi Tantangan Pendidikan Nasional dan Tarung Digital’. Bertempat di Hotel JW Marriot Jalan Embong Malang Surabaya, berlangsung dari Kamis hingga Jum’at (21-22 Juli 2022).
Agenda tersebut turut dihadiri Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Mendikbud Ristekdikti Nadiem Makarim, dan KASAD Jenderal TNI Dudung Abdurrahman, Ketua Dewan Kehormatan ABP-PTSI Dr H Wiranto hadir secara daring. Kemudian juga hadir secara langsung dihadapan peserta Munas, Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti-Ristek Dr Lukman serta Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.
“Ada tiga-RAN, bentuk kehadiran pemerintah dalam kepeduliannya terhadap pendidikan, terutama pada perguruan tinggi swasta, pertama AnggaRAN, kedua PeratuRAN, dan ketiga KehadiRAN, Pemerintah Provinsi Jawa Timur benar-benar hadir dalam acara Musyawarah Nasional ini, membuktikan bahwa kami selalu ada untuk dunia pendidikan” ungkap Emil.
Membuka Munas V, Dr Lukman juga menyampaikan lima arah kebijakan dan strategi Dikti dalam penguatan pendidikan tinggi guna menghadapi tantangan zaman. Dr Lukman mengatakan, PTS wajib meningkatkan mutu melalui lima arah kebijakan yang telah dirancang oleh Ditjen Dikti tersebut.
"Meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi, menguatkan mutu dan relevansi pendidikan, menguatkan mutu dosen dan tenaga pendidik. Kemudian, menguatkan sistem tata kelola Ditjen Pendidikan Tinggi serta menguatkan riset, inovasi dan pengabdian masyarakat," ungkap Dr. Lukman.
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, mengirimkan 25 pengurus dalam pembukaan Munas V tersebut. Drs H Sutijono MM yang merupakan Ketua PPLP PT PGRI Surabaya duduk dibarisan paling depan pada Dewan Pertimbangan bersama pengurus lainnya. Sambutan Kepala LLDIKTI VII Prof Dr Dyah Sawitri SE MM lebih menegaskan bahwa tidak ada dikotomi antara perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS).
"PTN dan PTS tidaklah berbeda, karena fungsi dan perannya sama. Terlebih dalam penyelenggaraannya punya tugas dan fungsi yang sama yaitu bersatu bagaimana mencetak SDM unggul," jelasnya. Prof Dyah juga menyampaikan bahwa momentum Munas V APB-PTSI ini mengingatkan pentingnya menerapkan empat hal bagi perguruan tinggi, yakni input, proses, Output dan Outcome. (*)