
Surabaya – Pemijahan menjadi daya tarik para pengusaha muda di era Revolusi Industri 4.0 yang sangat cepat saat ini. Pemijahan pada hakekatnya dilakukan pada jenis ikan, dengan memberikan rangsangan hormon untuk kemudian diharapkan dapat mempercepat kematangan gonad, akan tetapi untuk proses ovulasi pemijahan terjadi secara alamiah di kolam. Setidaknya ada beberapa cara pembenihan yaitu di antaranya pembenihan dengan cara yang tradisional, semintensif, dan intensif. Namun pada pelatihan ini, lebih ditekankan pada pembenihan dengan cara tradsional yaitu pemijahan alami ialah teknik pemijahan yang dilakukan secara konvensional.
Narasumber dari pelatihan hari ini, Jum’at (10/6) merupakan praktisi budidaya ikan tawar dan ikan hias dari Kabupaten Pasuruan. Muhammad Sudarmaji yang sudah malang melintang di proses pembibitan ikan, menuturkan bahwa kegiatannya menjadikan beliau keliling hampir di seluruh kota-kota di pulau Jawa ini. “Saya melakukan pelatihan dan supply bibit ikan hingga ke Bandung, untuk bulan-bulan ini, dan secara garis besar keuntungannya bisa mencapai 50% setelah sharing ilmu dengan kami” tutur Pak Sudar.
Pak Sudar juga dalam paparannya, menunjukkan ciri-ciri induk betina wader yang sudah matang gonad jika dilakukan striping akan mengeluarkan telur. Indukan jantan juga dipaparkan bahwa siklus reproduksi spermanya dari 14 hingga 21 hari.
“Adik-adik mahasiswa saya ajari untuk pemijahan Ikan Uceng, ikan ini mulai langka dan penjualan bibitnya sangat mudah untuk dijadikan uang” terang pak Sudar. Ikan uceng dengan indukan betina 10 ekor dapat menghasilkan estimasi 30.000 butir telur. Benih bisa hidup kisaran 80% dan memungkinkan menghasilkan 20.000 bibit uceng. “Biaya pakan dan obat yaitu Ovaprim dan Artemia kisaran duitnya hanya seratus ribu rupiah. Kalau kita jual bibitnya dengan harga per-ekor dua puluh rupiah, maka keuntungan saya kisaran tiga ratus delapan puluh ribu setiap paket pembenihan 10 ekor indukan uceng” imbuh Pak Sudar sembari senyum-senyum.
Ketua panitia Ahmad Lucky Fathkullah Rohman yang menyelenggarakan kegiatan ini juga menuturkan bahwa, kuliah praktisi ini sangat mendukung mata kuliah Fisiologi Hewan yang diampu-nya beserta teman-teman. “Kami akan melanjutkan kegiatan workshop diruangan ini dengan langsung terjun di laboratorium fisiologi hewan di bawah, peserta kegiatan ini hanya 40 orang mahasiswa, namun yang benar-benar tertarik dibidang ini” jelas Lucky.
“Kami bersyukur mendapatkan dukungan dari semua pihak, narasumbernya dipilihkan langsung oleh Bapak Sutijono dari PPLP PT PGRI Surabaya. Himpunan Mahasiswa Biologi juga sudah menyiapkan beberapa kolam dibawah untuk proses pemijahan ikan Wader dan Uceng” imbuh Lucky. Kuliah Praktisi seperti ini akan terus dikembangkan oleh Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, sebagai pengejawantahan atau manifestasi pelaksanaan MBKM, Merdeka Belajar-Kampus Merdeka. (*)