Berita Kampus

May 23, 2022

Surabaya – Rangkaian kegiatan puncak Dies Natalis ke-51 tahun, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, secara berturut-turut dimulai pagi hari Jum’at (20/5). Upacara bendera yang digelar sejak pukul 07.30 WIB di lapangan Semangat PAGI, diikuti oleh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan para pimpinan. Setidaknya ada 30 mahasiswa yang harus mewakili masing-masing fakultasnya, sehingga total keseluruhan ada 21 peleton yang memadati lapangan tersebut.

Undangan yang berada di tenda VIP, meliputi Muspika Kecamatan Gayungan, Kapolseta Gayungan dan Danramil Kecamatan Gayungan serta pimpinan SMA Intensif Taruna Pembangunan dan pimpinan Rumah Sakit Usada Buana. Rektor membacakan pidato kenegaraan berkaitan dengan Hari Kebangkitan Nasional, yang jatuh tepat juga pada 20 Mei. Setelah pidato tersebut rektor juga menyampaikan amanatnya berkaitan dengan puncak kegiatan Dies Natalis. Rektor juga memberikan beberapa penghargaan, seperti: masa bakti karyawan, dosen peraih hibah, mahasiswa berprestasi nasional serta pemenang lomba futsal antar sesama civitas academica.

Telah menunggu di GOR Hasta Brata, panitia Launching Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP-P1). Hadir dalam acara launching tersebut wakil ketua BNSP pusat yaitu Bapak Miftakhul Aziz, S.H., M.H. Kehadiran wakil ketua BNSP tersebut untuk menyerahkan Lisensi BNSP terhadap berdirinya LSP Unipa Surabaya. “Mengelola perguruan tinggi sekarang tidak mudah, profil lulusan banyak yang tidak menyebutkan keahliannya apa ?, nah Adi Buana sebagai kampus besar di Jawa Timur sudah mempersiapkan tantangan tersebut” terang Bapak Miftakhul.

“Adanya percepatan transformasi ketenagakerjaan, kebutuhan profesi menjadi acuan bagi layak dan tidaknya profil lulusan, Adi Buana dengan 5 Skema yang ada, merupakan upaya menjalankan pesan pak Mentri tentang MBKM, maka saya ucapkan selamat untuk Adi Buana pada Dies Natalis 51 telah menerima Lisensi dari BNSP” imbuhnya.

Pagelaran Wayang, tidak kalah serunya dengan dua agenda sebelumnya. Mengambil lakon “Sudamala” dengan dalang yang sudah kondang di Jawa Timur yaitu ; Ki Surono Gondho Taruno, S.Sn., M.Si yang merupakan pegawai RRI. Sebelum pagelaran wayang, panitia juga menyuguhkan bedah lakon, Dr. M. Shoim, M.Pd yang merupakan dosen dan budayawan bersama Drs. Suparman, S.Pd., M.Pd melakukan kajian terhadap judul wayang “Sudamala” kaitannya dengan kondisi Bangsa saat ini.

Penyerahan kelir kayun berupa gunungan wayang sebagai simbol dimulainya acara, secara berurutan dibawa oleh ketua panitia Dr. Wira Yudha Alam, kepada Bapak Sutijono, lalu diserahkan kepada Bapak M. Subandowo dan diserahkan kepada Ki Dalang.

Sudamala, yang dilakonkan dalam versi pagelaran di Adi Buana tepat pada pukul 03.00 dini hari disebutkan dan dimaknai sebagai bentuk ruwatan. Bagaimana dikisahkan Bathari Durga mendapatkan ruwat oleh Bambang Sadewa (Kesatria Wuragil Pandawa) untuk bisa kembali menjadi wujud bidadari untuk bisa kembali ke kahyangan. Upaya dan kegigihan sang Dewi Uma (sebutan lain Bathari Durga) dalam mengalami cobaan dan tekad-nya yang kuat untuk bisa kembali pada kebaikan, perlu dicontoh. Pada kehidupan nyata, lakon ini dipilih karena upaya Universitas PGRI Adi Buana dalam menghadapi cobaan Covid-19 agar segera sirna, harapan agar segera mencapai Kejayaan merupakan cita-cita bersama seluruh Civitas Academica. Selamat Dies Natalis yang ke-51 Adi Buana. (*)


Berita Terbaru
Kategori Berita
Kemitraan Internasional
Monash University Universiti Teknologi Mara Hutech University of Technology International Cultural Communication Center Malaysia Maejo University Thepsatri Rajabhat University USSH Saint Louis University Institut Pendidikan Guru
Copyright © 2025 by Universitas PGRI Adi Buana Surabaya