
Sidoarjo – Berangkat dari gedung Fakultas Teknik Kampus Pusat Dukuh Menanggal, mahasiswa Teknik Industri angkatan 2020, pada Kamis (16/12) pukul 07.30 Wib, melakukan kunjungan industri di Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) Sidoarjo. Menggunakan iring-iringan dua mobil Hiace, mahasiswa tampak antusias menikmati perjalanannya. “Saya senang banget, akhirnya bisa kunjungan industri setelah hampir dua tahun kami harus melihat konsep industrial via daring” terang Gerald salah satu peserta kunjungan.
Pukul 09.00 WIB, rombongan diterima oleh Kasubag Tata Usaha BPIPI yaitu bapak Totok Mardjianto, ST., MM. Ucapan selamat datang yang beliau berikan di aula utama hanya berlangsung sekitaran 15 menit, karena mahasiswa langsung diminta untuk datang melihat-lihat setiap Devisi Produksi di lingkungan BPIPI yang beralamat di Komplek Pasar Wisata, Tanggulangin, Wates, Kedensari, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Kelompok mahasiswa dibagi menjadi dua, satu kelompok dipandu oleh bapak Ruruh Satriyo Utomo, ST dan kelompok yang lain oleh bapak Eko Bawono, A.Md. Rute pertama ditunjukan workshop produksi yang berisikan hampir seratus mesin jahit dan peralatan potong kulit. Mahasiswa diberikan ilustrasi tentang pemilihan bahan, pemotongan dan tata cara menjahit, hingga pengaturan RPM kecepatan mesin tersebut.
“Disini adalah proses pembuatan prototype, sehingga kami hanya merancang beberapa desain sepatu atas dasar permintaan pengerajin sepatu se-Indonesia” terang Eko Bawono. Tidak banyak pekerja yang ada di gedung tersebut, hanya ada beberapa saja, namun dengan keahlian khusus. Mahasiswa bahkan tertarik untuk melihat proses pembuatan merek pada sepatu dengan teknologi laser.
Selanjutnya sebagian mahasiswa diantar oleh pak Ruruh menuju ruang pengujian kekuatan sepatu. “Posisi ruang ini mohon tidak ada yang mengambil foto, karena banyak proyek yang kami kerjakan dari klien” terang pak Ruruh pada mahasiswa. Laboratorium uji alas kaki, menjadi bagian yang paling utama dari BPIPI, karena beberapa pengerajin sepatu di Indonesia, baik yang skala kecil maupun besar, melakukan uji tarik, uji beban, uji sobek di sini. Tahap ketiga dari kunjungan ini, yaitu ruang kelas yang dipergunakan untuk ruang scan klinis kaki manusia, disini ditunjukkan beberapa contoh kondisi kaki hasil scan.
Terakhir dari tahapan kunjungan ini, yaitu ruang pengembangan dan studio desain. Showroom ini juga dipakai untuk memamerkan beberapa contoh desain sepatu yang sudah diproduksi. Desain terakhir yang dipamerkan adalah sepatu eco-print. Teknik batik eco-print pada kulit yang memadukan pewarnaan dan pola hiasan dari daun-daun alami ini menambah bentuk sepatu menjadi sangat elegan.
Setelah semua proses kunjungan selesai, mahasiswa diminta kembali ke ruang aula utama. Proses Tanya jawab dengan ketiga narasumber berlangsung cukup menarik. Hingga pukul 13.00 WIB kunjungan industri ini harus berakhir. Dekan Fakultas Teknik, Yunia Dwie Nurcahyanie, ST., MT memberikan cinderamata sebagai tanda kerjasama kedua belah pihak antara kampus dan DUDI (Dunia Usaha Dunia Industri). “Konsep kunjungan ini merupakan langkah awal untuk kerjasama, saya berharap mahasiswa meneruskan dengan pengembangan riset disini, karena BPIPI telah siap untuk melatih mahasiswa di luar kampus, dalam program kemitraan. Harapannya akan ada inkubator bisnis persepatuan yang ditekuni mahasiswa, dengan konsep by custome yang lagi trend” terang Yunia penuh semangat. (*)