Berita Kampus

February 08, 2021

Situasi pandemi tidaklah menyurutkan warga asing untuk belajar di BIPA Adi Buana, untuk pembukaan kelas bulan Pebruari 2021 ini, tidaklah tanggung-tanggung ada 88 mahasiswa yang belajar Bahasa Indonesia ke Kampus Semangat PAGI. Mahasiswa itu terdiri dari 49 mahasiswa dari negara Vietnam, selanjutnya 14 orang dari Polandia, kemudian negara yang mengirimkan 4 mahasiswa berasal dari Thailand, untuk negara yang mengirim masing-masing 2 orang mahasiswa yaitu ; Australia, Perancis, Jerman, Amerika, Philipina, dan negara yang masing-masing mengirimkan 1 perwakilan mahasiswanya yaitu ; Belanda, Belarus, Kanada, Malaysia, Spanyol, Polska, India, Hungaria, Italia, Korea Selatan dan Inggris.

Pembukaan kursus yang dibuka oleh Rektor Universitas PGRI Adi Buana Surabaya pada Minggu (7/2), diikuti secara serius oleh para peserta dengan menggunakan media Daring. Kali ini rektor juga kedatangan tamu dari Konsulat Jendral Republik Indonesia untuk Ho Chi Minh City, Vietnam yaitu bapak Hanif Salim, dalam sambutannya beliau menyampaikan terima kasih dan merasa terhormat telah di undang kampus Adi Buana untuk mengawali pembukaan pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur asing, dan negara Vietnam pesertanya hampir separo dari rencana kelas yang akan diselenggarakan oleh BIPA. Beliau juga menyebutkan “Merujuk UU 24 tahun 2009 bahwa Bahasa Indonesia akan ditingkatkan menjadi Bahasa Internasional, secara bertahap sistematis dan berkelanjutan. Kenapa Bangsa Indonesia punya arah kesana, mengingat Bangsa ini berpenduduk terbesar nomor 4 di Dunia dan diprediksi akan menjadi negara dengan potensi perekonomian terbesar di dunia tahun 2050” jelasnya.

Harapan Konjen Republik Indonesia, agar BIPA menjadi program yang akan mendorong dan mempersiapkan persyaratan Bahasa Indonesia agar bisa menjadi bahasa internasional, karena aturannya harus punya sistem ejaan kata yang baku, memiliki kamus yang disempurnakan (KBBI), menggunakan huruf latin sehingga mudah dipelajari orang asing. Beliau berharap Bahasa Indonesia akan menjadi bahasa resmi PBB, selain Inggris, Perancis, Rusia, Spanyol dan Arab, hal ini akan meningkatkan citra negara dan yang pasti akan menjadi bahasa pengantar di Asia jika sudah diakui sebagai bahasa resmi PBB.

Hadir pula dalam pembukaan ini bapak Dr. Arif Budi Wurianto, M.Si.  selaku Kepala UPT BIPA UMM, Malang yang dalam sambutanya merasa berterima kasih atas kemajuan BIPA Adi Buana yang telah menjalin hubungan kemitraan dengan berbagai negara, hal ini akan berimbas pada kerjasama Universitas Muhammadiyah Malang dengan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, agar semua peserta kursus dari Negara asing selanjutnya bisa mengambil kuliah di kedua kampus yang terkenal di Jawa Timur ini.

Sebelum membuka acara secara resmi, rektor bapak Dr. M. Subandowo, MS juga berpesan “bahwa culture Indonesia sangat unik dan berkarakter, dan memiliki potensi besar dan mendunia,  haruslah mampu dikemas secara baik oleh BIPA Adi Buana, kita harus sadar bahwa sebagai kampus yang sudah  matang yang usianya 50 tahun pada bulan Mei 2021 harus mampu mewakili Indonesia sebagai kampus tempat belajar terbaik di mata dunia.” Beliau juga berpesan bahwa “komitmen BIPA Adi Buana untuk taat pada slogan Adi Buana Global Society haruslah menjadikan BIPA ini dikenal dunia, melalui pembelajaran berbasis Seni Budaya Indonesia, dikembangkan melalui Riset serta dioptimalkan perannya melalui penggunaan Teknologi Informasi, agar kerjasama di luar dan di dalam negeri semakin luas” tegas beliau. (*)


Berita Terbaru
Kategori Berita
Kemitraan Internasional
Monash University Universiti Teknologi Mara Hutech University of Technology International Cultural Communication Center Malaysia Maejo University Thepsatri Rajabhat University USSH Saint Louis University Institut Pendidikan Guru
Copyright © 2025 by Universitas PGRI Adi Buana Surabaya